POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Suara ratusan bebek petelur menyambut kedatangan saat melangkah menuju area peternakan di Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (10/4/2026).
Di bawah terik matahari, Kepala Desa Kurnia Jaya, Jusan memerhatikan secara seksama kondisi kandang yang dikelola oleh BUMDes Beregong.
Jusan mengatakan ratusan bebek ini adalah tumpuan harapan bagi program ketahanan pangan desa yang ia galakkan. Ia bertujuan pada 2026 untuk menjadikan telur bebek sebagai komoditas unggulan yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.
Langkah ini Jusan ambil bukan tanpa alasan. Jusan melihat peluang besar dari komoditad ini.
Harga telur bebek di pasaran per butirnya cukup menggiurkan, bisa menembus Rp5.000.
“Produksi telur bebek menjadi pilihan kami di Desa Kurnia Jaya dalam mendukung ketahanan pangan. Harganya cukup bagus dan permintaannya selalu ada,” ujar Jusan.
Program ini sebenarnya adalah kelanjutan dari ketahanan pangan tahun 2025 lalu. Jusan ingin tahun ini ada peningkatan yang signifikan, baik dari jumlah populasi maupun produktivitas telur per harinya.
Namun, Jusan mengatakan perjuangan untuk membesarkan peternakan ini tak selalu mulus. Ia sempat merasakan kegagalan saat penyakit menyerang bebek-bebeknya.
Dari yang awalnya 700 ekor, beberapa di antaranya harus mati karena serangan penyakit yang tak terduga.
"Kemarin itu sebetulnya kita masuk bebek itu sekitar 700. Karena kena penyakit, ada beberapa yang mati," ucap Jusan.
Meski begitu, Jusan tidak menyerah. Ia bersama pengurus BUMDes Beregong langsung bergerak cepat melakukan mitigasi.
Mereka menyuplai berbagai obat-obatan dan vitamin agar sisa populasi yang ada tetap sehat dan produktif.
Jusan menyadari budidaya bebek petelur membutuhkan perlakuan khusus. Ia mengatakan bebek adalah hewan yang jika pakan atau kebersihan kandangnya terabaikan, produksinya bisa anjlok.
“Perlu pemberlakuan khusus, seperti pakan yang berkualitas dan kandang yang harus selalu bersih. Jangan sampai faktor lingkungan ini mempengaruhi kualitas dan jumlah telur,” ungkapnya.
Tahun 2026 ini, Jusan berencana memperbaiki pola makan dan kenyamanan sang bebek agar hasil produksinya maksimal.
Jusan ingin kegiatan BUMDes Beregong ini benar-benar terlihat hasilnya. Ia ingin program ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa.
"Kami fokus memperbaiki pola makan dan tempat, biar istilahnya bebek ini terus produksi lebih banyak lagi. Biar kelihatan kegiatan BUMDes ini menghasilkan," ujarnya.
Ambisi ini pun didukung penuh oleh anggaran Dana Desa (DD). Jusan mengatakan kucuran dana tahun ini sebesar Rp25 juta telah dialokasikan khusus untuk sektor ini.
Jusan berharap program ini bisa berjalan berkelanjutan. Ia tak ingin dana desa menguap begitu saja tanpa memberikan dampak jangka panjang bagi warga Kurnia Jaya.
"Kegiatan ketahanan pangan ini harus terus berlanjut. Insya Allah dengan anggaran Rp25 juta ini, kita optimalkan perbaikannya," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)