SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Polda Sumsel menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) dan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel Jumat (10/4/2026).
Simulasi tersebut memperagakan berbagai skenario gangguan keamanan, mulai dari aksi unjuk rasa anarkis hingga penyanderaan pejabat.
Kegiatan dipimpin langsung Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana dan dihadiri Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, serta melibatkan personel gabungan dari Polda Sumsel, Satbrimob, dan Polrestabes Palembang.
Dalam skenario, aksi dimulai dari unjuk rasa sopir truk di Kantor DPRD Sumsel yang memprotes pembatasan pembelian BBM jenis solar.
Situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh ketika massa merasa aspirasinya tidak dipenuhi.
Kericuhan ditandai dengan aksi pelemparan batu, pembakaran ban, hingga penjarahan di pusat perbelanjaan.
Massa juga digambarkan melakukan penyanderaan terhadap seorang pejabat Pertamina.
Menghadapi kondisi tersebut, aparat kepolisian melakukan langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk pengerahan Tim Perlawanan Teror (Wanteror) Satbrimob untuk membebaskan sandera.
Selain itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) juga dilibatkan untuk menangani benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak.
Wakapolda Sumsel menegaskan bahwa simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Simulasi ini untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan perannya dalam situasi darurat, termasuk menghadapi eskalasi massa dan ancaman teror,” ujarnya.
Ia menambahkan, latihan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga profesionalitas dan kesiapan aparat di lapangan.
Simulasi berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.