Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menjelaskan tidak melaksanakan penerapan bekerja dari rumah "Work Form Home/WFH) dan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) dengan pelayanan kepolisian yang tetap dilakukan dan efisiensi BBM.
"Jadi polisi tidak melaksanakan WFH, WFA, tetapi melakukan penghematan terkait tentang emisi, BBM, dan lain-lain. Itu kita lakukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan Polda Metro Jaya tetap melaksanakan patroli untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
"Artinya ada sistem yang harus dibuat secara mekanisme yang benar. Kita dalam penghematan BBM kan juga melihat, tetapi ada klausul-klausul utama seperti kegiatan patroli kepolisian itu harus dilakukan tanpa melihat," katanya.
Budi menjelaskan Polda Metro Jaya mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait penghematan BBM.
"Ada kegiatan-kegiatan jaldis (perjalanan dinas) lain misalnya kita tidak menggunakan kendaraan pribadi, bisa menggunakan transportasi umum. Terus bisa menggunakan dari kendaraan roda empat menggunakan kendaraan roda dua. Dari roda dua bisa menggunakan sepeda ke kantor," katanya.
Pemerintah mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan mendorong perubahan budaya kerja dan gaya hidup masyarakat sebagai bagian dari transformasi nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia.
Dalam pengumuman transformasi budaya terkait kerja nasional dan kebijakan energi yang dilakukan secara daring melalui konferensi video yang dipantau dari Jakarta, Selasa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan situasi global saat ini menuntut seluruh negara, termasuk Indonesia untuk beradaptasi melalui langkah-langkah efisiensi dan perubahan pola aktivitas masyarakat.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengefisiensikan cara bekerja, pola mobilitas, serta penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita mulai mengubah budaya dan bertransformasi ke depan untuk menghadapi geopolitik yang memang mempengaruhi seluruh negara di dunia," kata Prasetyo.
Ia menekankan transformasi tersebut mencakup perubahan kebiasaan transportasi masyarakat guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.
Prasetyo menambahkan pemerintah juga mengapresiasi berbagai inisiatif pemerintah daerah yang telah lebih dahulu mendorong perubahan budaya mobilitas ramah energi, salah satunya melalui ajakan menggunakan sepeda untuk berangkat kerja.





