Enbal Kei, Dari Singkong Beracun Jadi Oleh-Oleh Favorit Bernilai Ekonomi Tinggi
Ode Alfin Risanto April 10, 2026 07:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat

TUAL, TRIBUNAMBON.COM -Manihot glaziovii merupakan salah satu jenis singkong yang banyak tumbuh di wilayah tropis.

Di Kepulauan Kei, tanaman ini dikenal dengan sebutan enbal, yang berarti ubi dalam bahasa setempat.

Selain menjadi sumber karbohidrat, enbal juga mengandung zat beracun sianida. 

Namun, masyarakat Kei telah lama memiliki pengetahuan tradisional untuk mengolahnya agar aman dikonsumsi.

Baca juga: Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Maluku Pamer Produk UMKM Bernilai Tinggi di Lapas Ambon

Baca juga: Bazar UMKM Lapas Ambon Ajang Sosialisasi, Imigrasi Bagikan Info M-Paspor, Ini Syarat dan Cara Buat

Sam (28), pedagang oleh-oleh khas Kei, menjelaskan bahwa proses pengolahan enbal dimulai dari pengupasan dan pemarutan. 

Setelah itu, parutan ubi dimasukkan ke dalam karung dan dijepit serta ditindis menggunakan kayu dan batu selama 3–4 jam untuk mengeluarkan cairan beracun.

“Tujuannya untuk mengurangi kadar sianida agar enbal aman dikonsumsi,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat, (10/4/2026)

Tak hanya aman, enbal juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Sam, melalui lapaknya Did Vatnim di Pasar Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, menjual berbagai olahan enbal dengan beragam varian rasa.

Beberapa produk yang ditawarkan antara lain enbal kacang, enbal bunga, enbal keju, enbal kenari, enbal stik, hingga enbal brownies, dengan harga 

Selain itu, tersedia pula olahan kacang seperti kacang asin, kacang bawang, dan kacang gula.

Menurutnya, pesanan kerap kali datang dari konsumen luar daerah sehingga produksi enbal semakin meningkat.

"Konsumen yang paling banyak datang dari luar, macam ambon, timika, dobo, fakfak deng sorong," ungkapnya.

Ia menilai, inovasi sederhana dalam pengolahan enbal membuktikan bahwa tradisi lokal dapat terus hidup dan berkembang jika dipadukan dengan kreativitas, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Berikut daftar harga oleh-oleh khas pulau Kei :
* Enbal kacang Rp.20 ribu/tiga bungkus
* Enbal bunga Rp.10 ribu/bungkus
* Enbal keju Rp.25 ribu/mika
* Enbal kenari Rp.25 ribu/bungkus
* Enbal stik Rp.25 ribu/bungkus
* Enbal brownies Rp.25 ribu/bungkus

Untuk varian kacang botol rata-rata di harga yang sama :

* Kacang asin 
* Kacang bawang
* Kacang gula 
(Rp.30 - 50 ribu/botol dan Kemasan Rp.25.ribu).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.