- Persija Jakarta harus menelan pil pahit dalam upaya perburuan gelar juara Super League 2025/2026.
Bertandang ke markas Bhayangkara FC yang tengah dalam tren positif, skuad Macan Kemayoran dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-2 melalui drama comeback yang menyakitkan, Minggu (5/4/2026) malam.
Dengan menyisakan delapan laga lagi, harapan Persija untuk merebut gelar juara Super League musim ini kian berat.
Apalagi, performa Persija sendiri mulai angin-anginan di momen kritis.
Contohnya, dalam tiga laga terakhirnya, Persija sama sekali gagal meraih kemenangan dalam satu laga pun.
Dua hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United, disusul kekalahan menyakitkan saat bertemu Bhayangkara FC, menjadi tanda kondisi Persija sedang oleng.
Catatan tiga laga tanpa kemenangan di momen kritis, setelah sebelumnya mampu meraup tiga kemenangan beruntun, jelas menjadi alarm bagi tim.
Meski kecewa imbas hasil 3 laga terakhir tanpa kemenangan, Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko mengaku tetap optimistis bisa raih juara di musim ini.
Hal ini diungkap Ardhi ketika wawancara bersama para wartawan, terkait persiapan Persija menghadapi Persebaya Surabaya, Lapangan A GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ardhi juga berpesan kepada Jakmania untuk tetap memberikan dukungan karena kans juara masih ada.