MASJO Harmony Farm, Inovasi Pangan dari Lahan Pekarangan ASN Kementan
Kiki Content Writer April 10, 2026 08:07 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inisiatif kreatif ditunjukkan pasangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian dengan mengubah lahan pekarangan perumahan menjadi sumber pangan keluarga melalui konsep pertanian terpadu.

Berlokasi di Perumahan Arya Green Residence, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, kawasan yang diberi nama MASJO HARMONY FARM ini digagas oleh Mas Darmawan bersama Virginia Adhyaksa Vera.

Virginia menjelaskan, ide tersebut lahir dari dorongan untuk mendukung kemandirian pangan yang selama ini menjadi fokus pemerintah, termasuk arahan dari Prabowo Subianto dan Andi Amran Sulaiman.

“Presiden Prabowo selalu menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa swasembada dan kemandirian pangan adalah kunci kedaulatan bangsa. Dan kedaulatan pangan merupakan syarat mutlat bagi terbangunnya kedaulatan bangsa. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun sangat focus membangun kemandirian pangan, tidak hanya skala besar tapi juga harus dimulai dari unit terkecil yaitu rumah tangga," demikian dikatakan Virginia Adhyaksa Vera, Owner MASJO HARMONY FARM yang merupakan ASN Kementan, Jumat (10/4/2026).

"Dari sinilah yang menggugah kami untuk berinovasi memanfaatkan lahan sempit marginal, pekarangan rumah agar bisa menjadi wadah yang bisa menghasilkan sumber pangan. Inova situ kami Namanya MASJO HARMONY FARM,” sambunyanya.

Ia menuturkan MASJO HARMONY FARM tidak berhenti sebagai ruang produksi. Kawasan ini dirancang sebagai pusat edukasi berbasis komunitas. 

Anak-anak diperkenalkan pada dunia pertanian melalui area belajar interaktif, menanamkan kecintaan terhadap alam dan pemahaman akan pentingnya pangan sejak dini. 

“Sementara itu, sebuah saung yang hangat dan terbuka menjadi ruang diskusi warga, tempat ide tumbuh, pengalaman dibagikan, dan semangat bertani disebarluaskan,” tuturnya.

Melalui sentuhan inovasi dan ketekunan, lahan pekarangan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini berkembang menjadi sistem pertanian terpadu. 

Beragam komoditas pangan mulai dari sayuran segar, tanaman hortikultura, ternak ayam, hingga budidaya pendukung lainnya dikelola secara harmonis. 

“Hasilnya tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga telah mampu mencukupi kebutuhan pangan harian keluarga secara mandiri. Kehadiran MASJO HARMONY FARM sangat berasa bagi rumah tangga, yang sebelumnya membeli sayur-sayuran dan daging ayam, kini tidak lagi. Bahkan hasil panennya bisa dijual sehingga memberikan tambahan pendapatan,” ungkap Virginia.

“Inisiatif ini menjadi cerminan nyata peran ASN Kementerian Pertanian sebagai agen perubahan yang adaptif dan solutif. Tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat melalui aksi nyata di lingkungan sekitar,” pintanya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman selalu menegaskan pentingnya membangun kemandirian pangan dari unit terkecil. Kemandirian pangan harus dimulai dari skala rumah tangga atau keluarga. 

Pemanfaatan lahan pekarangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi strategi utama untuk mewujudkan hal tersebut dan dari sinilah kemandirian pangan nasional dapat dibangun.

Sejalan dengan arahan tersebut, Virginia menegaskan MASJO HARMONY FARM hadir sebagai model inspiratif bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang, melainkan peluang yang menunggu untuk diolah. 

Gerakan kecil dari satu pekarangan kini mulai menular ke lingkungan sekitar, mendorong warga untuk ikut mengoptimalkan lahan di sekitar rumah mereka

“Dari Tajurhalang, Bogor, sebuah pesan sederhana namun kuat bergema: ketahanan pangan dimulai dari rumah. Dan dari MASJO HARMONY FARM, harmoni antara manusia, alam, dan pangan tumbuh dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.