TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) merekomendasikan pemberhentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srihardono 1, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, berujar, rekomendasi itu muncul usai adanya dugaan kejadian menonjol (KM) berupa gangguan pencernaan pada penerima manfaat karena mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).
"Putusan itu juga berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG tahun anggaran 2026 dan pertimbangan pimpinan BGN," ucapnya, Jumat (10/4/2026).
Selain merekomendasikan pemberhentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah untuk SPPG dimaksud, Kepala SPPG tersebut diwajibkan menyelesaikan seluruh proses pembayaran yang menggunakan Virtual Account (VA).
Penyelesaian pembayaran VA itu dilakuka dalam waktu 1x24 jam untuk periode operasional sebelum diterbitkannya surat dari BGN Nomor 1460/D.TWS/4/2026.
"Pencabutan status pemberhentian operasional sementara hanya dapat dilakukan setelah pihak SPPG memenuhi persyaratan dan menyerahkan dokumen pendukung yang sah kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II serta telah dilakukan verifikasi dan dinyatakan selesai," terangnya.
Sebanyak 19 siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Pundong dikarenakan mengalami pusing, mual, hingga muntah.
Dua di antaranya sempat mendapatkan perawatan infus di Puskesmas Pundong. Kendati begitu, seluruh siswa yang diduga keracunan menu MBG telah pulih.
Adapun menu yang didistribusikan kala itu berupa susu, nasi, sayur pakcoy garlic, telur cetak, kering tempe, dan pisang.
Sampel dari menu itu sudah dibawa ke laboratorium terkait untuk mencari tahu sumber penyebab diduga keracunan MBG.
Sebelumnya, Pemkab Bantul mencatat ada dua kejadian diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sepekan terakhir.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, berujar sepekan lalu terdapat kejadian diduga keracunan dari menu MBG berlangsung di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong.
"Kejadian diduga keracunan itu pada Kamis (2/4/2026). Itu terjadi di enam Sekolah Dasar (SD) dengan korban 156 siswa," katanya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Korban yang diduga keracunan MBG itu sudah pulih. Namun, pihaknya turut melakukan uji laboratorium terhadap sampel menu MBG tersebut.
"Kasus itu sudah beres. Tapi, kami belum bisa menduga-duga (menu apa yang menyebabkan siswa keracunan). Yang penting, makanan sudah kami ambil dan dibawa untuk uji laboratorium," ujar dia.
Menu itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seloharjo 2.
Sampai saat ini, operasional SPPG tersebut masih berhenti sementara.
Kemudian pada Rabu (8/4/2026) terdapat kejadian serupa yang dialami oleh belasan siswa yakni 19 siswa SD Negeri Monggang dan satu siswa SD Negeri Kategan.
"Dua sekolah itu menerima MBG dari SPPG Srihardono 1. Saat ini SPPG itu juga belum beroperasi. Nanti operasinya nunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN)," tutur dia.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya akan memperkuat pengawasan di jenjang kapanewon.
Tindakan itu dilakukan sejalan dengan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul.
"Nanti kalau kapanewon mau ngawasi jadi bisa serempak atau bareng. Kan selama ini kalau yang ngawasi Satgas tingkat kapanewon dan jumlahnya tidak banyak. Jadi, ke depan pengawasan bersama jajaran kapanewon," tutup dia.