MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Sembilan Kantor Urusan Agama (KUA) di Sulawesi Selatan meraih Anugerah Layanan KUA 2026.
Anugerah diserahkan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H Ali Yafid, di moment acara Kompetensi Penghulu Tahun 2026 di Hotel W Three Premier, Jl Botolempangan, Makassar, Jumat (10/4/2026).
Daftar KUA Penerima Anugerah Layanan Kemenag Sulsel:
1. KUA Tanete Riattang, Bone – Sistem Peringatan Dini (EWS) KUA
2. KUA Marioriwawo, Soppeng – Program Inovasi KUA Penyuluhan
3. KUA Baranti, Sidrap – KUA Tertib Administrasi
4. KUA Bantimurung, Maros – KUA Ekoteologi
5. KUA Biringkanaya, Makassar – KUA Berbasis Digital
Baca juga: Metro Loni Terima Bantuan Baznas Berkat Kepedulian Kepala KUA Ulaweng Bone
6. KUA Somba Opu, Gowa – KUA Multi Layanan
7. KUA Bangkala, Jeneponto – KUA Ramah Kelompok Rentan
8. KUA Takabonerate, Selayar – KUA Inspiratif
9. KUA Kindang, Bulukumba – KUA Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan
“Penghulu adalah wajah pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Dari tangan para penghulu lahir keluarga-keluarga baru yang menjadi landasan peradaban,” tegas Ali Yafid.
Ia juga menyoroti peran strategis KUA dalam menangani isu sosial keagamaan.
Isu itu antara lain; pencegahan pernikahan dini, bimbingan perkawinan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui zakat dan wakaf.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya konsep Ekoteologi—sebuah kesadaran spiritual untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.
“Ekoteologi bukan sekadar menanam pohon atau menata halaman kantor. Lebih dari itu, di dalamnya ada kesadaran spiritual bahwa alam ini adalah manifestasi ciptaan Allah yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Menurutnya, Kepala KUA dan penghulu adalah orang-orang pilihan.
Ali Yafid juga menekankan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam berbagai isu sosial keagamaan.
Seperti pencegahan pernikahan dini, pemeliharaan bimbingan perkawinan, hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat, wakaf, fidyah, dan potensi sosial keagamaan lainnya.
Selain itu, Kakanwil juga mengingatkan pentingnya menghadirkan nilai ekoteologi dalam pelayanan KUA.
Yakni kesadaran spiritual untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H Abdul Gaffar, menyebut kegiatan diikuti 40 peserta.
Mereka terdiri dari Kepala KUA, pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulsel, dan unsur bidang urusan agama Islam, 24 kabupaten/kota.
Dalam rilis Kemenag Sulsel, anugerah ini merujuk regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.