Pemkab Sumba Timur Akan Terapkan WFH untuk ASN
Oby Lewanmeru April 10, 2026 09:39 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memberlakukan work from home (WFH) bagi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) selama sehari dalam sepekan.

Hal tersebut merupakan kebijakan fleksibel yang diberlakukan pemerintah untuk menghemat energi dan mengurangi beban operasional kantor di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu kepada Pos Kupang mengatakan, saat ini surat edaran yang mengatur tentang bekerja dari rumah tersebut sedang berada di meja Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali untuk ditandatangani secara resmi.

“Sudah dibuat dan sementara menunggu ditandatangani Pak Bupati,” katanya pada Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Antrean BBM Kembali Terjadi di SPBU Matawai Waingapu Sumba Timur

Ia mengatakan, sebagian ASN di sejumlah dinas akan tetap bekerja dari kantor.

Kecuali perangkat daerah yang berurusan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti layanan di Dinas Kependudukan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Dinas Pendidikan.

“Kecuali dinas yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti Dispenduk, Dinkes dan Rumah Sakit juga di Dinas Pendidikan,” sebutnya.

Umbu Ngadu Ndamu meyakini, kebijakan ini akan mendorong penghematan karena membatasi aktivitas yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya, Menteri PANRB Rini Widyantini telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Nomor 3 Tahun 2026 tentang penyesuaian pola kerja ASN.

Dijelaskan bahwa ada skema kerja baru yaitu penerapan 4 hari kerja dari kantor dan 1 hari kerja dari rumah pada hari Jumat.

“WFH harus dilakukan di rumah, tempat tinggal atau domisili ASN,” tulisnya dikutip dari Instagram resmi Kemenpanrb.

Ia menegaskan WFH bukan hari libur. ASN tetap wajib melaporkan hasil kinerja dan tetap berada dalam pengawasan pimpinan.

Rini menuliskan, ini bagian dari efisiensi nyata dengan membatasi perjalanan dinas hingga 50-70 persen, serta optimalisasi rapat daring. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.