Sosok Minin yang Meninggal Dunia di Saluran Parit Pasar Atas Curup di Mata Warga: Ramah dan Dermawan
Rita Lismini April 10, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sosok Minin (60), pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam saluran parit atau siring di kawasan Pasar Atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, dikenal warga sebagai pribadi yang baik dan ringan tangan.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir itu disebut kerap membantu warga, termasuk dalam kegiatan gotong royong seperti membersihkan saluran air.

Dikenal Ramah dan Dermawan 

Sejumlah warga mengungkapkan, Minin merupakan sosok yang tidak segan membantu pekerjaan orang lain, terutama di lingkungan pasar.

“Beliau itu orangnya baik, ringan tangan. Kalau ada kerjaan, apalagi bersih-bersih seperti itu, sering ikut bantu,”ungkap salah satu warga di lokasi, Iwan. 

Hal itu juga terlihat saat kejadian, di mana korban turut membantu membersihkan siring yang tersumbat sebelum akhirnya mengalami insiden tragis itu.

Detik-detik Korban Ditemukan di Dalam Siring

Warga bernama Hafiz menceritakan, awalnya ia merasa curiga setelah mendengar korban masuk ke dalam siring untuk membersihkan saluran yang mampet.

Saat dicek, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak di dalam siring.

“Awalnya curiga, pas dilihat memang benar korban sudah tidak bergerak. Posisinya seperti sujud di dalam,”ungkap Hafiz saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Jumat (10/4/2026) malam. 

Menurutnya, korban diduga tidak bisa keluar karena tubuhnya tersangkut di dalam saluran yang sempit.

“Diduga dia tidak bisa keluar karena nyangkut. Pas kami lihat sudah tidak ada gerakan lagi,”tambahnya.

Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan memanggil warga lainnya.

Mereka sempat mencoba membongkar bagian semen di atas siring, namun tidak berhasil karena struktur yang cukup tebal.

Upaya lain dilakukan dengan melubangi bagian atas untuk memberikan ruang udara agar korban bisa bernapas.

Selanjutnya, proses evakuasi dilakukan dengan cara menarik tubuh korban secara perlahan hingga akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam siring.

"Ditarik pelan-pelan baru bisanya tadi, karena mau bongkar semennya tebal, diduga dia ini terendam air juga pak sehingga tidak bisa bernafas,"lanjutnya. 

Sempat Diberi Pertolongan, Namun Tidak Tertolong

Warga lainnya, Labay, mengatakan dirinya tidak mengetahui awal kejadian.

Ia baru mengetahui insiden tersebut setelah mendengar teriakan minta tolong dari warga lain yang menyebut ada orang tersangkut di dalam siring.

“Awalnya tidak tahu, dengar ada yang minta tolong katanya ada warga nyangkut di siring,” ujar Labay.

Setelah korban berhasil dievakuasi, warga sempat memberikan pertolongan pertama di lokasi.

Namun saat itu, kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda pergerakan.

Korban kemudian dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dibawa ke klinik, dinyatakan sudah meninggal dunia,”tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.