Momentum HUT Ke-24 Gayo Lues: “Mari Pulih, Bangkit Bersama”
Saifullah April 11, 2026 12:35 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 Kabupaten Gayo Lues (Galus) pada Kamis, 10 April 2026, menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menegaskan komitmen pemulihan pascabencana. 

Dengan tema “Mari Pulih, Bangkit Bersama”, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, SPd, MSi menekankan, bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik untuk menata ulang harapan masyarakat.

Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Gayo Lues, Suhaidi menyampaikan, bahwa tema tersebut lahir dari kondisi riil daerah yang masih berjuang keluar dari keterpurukan akibat bencana hidrometeorologi. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menyerah pada keadaan, melainkan berdiri kembali dengan tekad kolektif.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Galus meluncurkan program GERETEK (Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan) yang difokuskan pada pemulihan ekonomi masyarakat. 

Salah satu program utama adalah distribusi jutaan bibit kopi.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembagian 4,3 juta bibit kopi, bahkan berpotensi meningkat hingga 8,3 juta bibit setelah koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Program ini menyasar sekitar 2.300 hektare lahan di Kecamatan Putri Betung, Pining, Tripe Jaya, dan Terangun, wilayah yang terdampak cukup parah.

Bupati menekankan bahwa keberhasilan program besar ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan lintas sektor. 

Kolaborasi antar instansi pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait menjadi kunci agar program benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Bupati Gayo Lues Sambangi Kementerian PUPR Perjuangkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selain fokus pada ekonomi, Suhaidi juga menegaskan pentingnya integritas dan pelayanan publik. 

Menurutnya, pemulihan harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, bukan sekadar program administratif.

Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin, SH, dan diisi dengan pembacaan sejarah singkat terbentuknya kabupaten oleh Wakil Ketua DPRK, Fahmi Sahab, SPd.

Suasana berlangsung khidmat dengan kehadiran Forkopimda, kepala SKPK, serta tamu undangan yang mengenakan busana Kerawang Gayo sebagai simbol identitas dan kebersamaan.

Kini publik menunggu realisasi nyata dari tema “bangkit bersama”. 

Tantangan terbesar adalah memastikan program pemulihan benar-benar menyentuh masyarakat dan mampu menghidupkan kembali ekonomi daerah, bukan sekadar berhenti pada angka-angka di atas kertas.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.