TRIBUNKALTIM.CO - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan ambisi politiknya untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Partai ini tidak hanya ingin bertahan sebagai kekuatan politik, tetapi menargetkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk maju sebagai calon presiden maupun wakil presiden.
Pemilu adalah proses demokrasi lima tahunan di Indonesia untuk memilih presiden, wakil presiden, serta anggota legislatif.
Baca juga: PKB Kaltim Tinggalkan Rudy Mas’ud, Pastikan Tak Lagi Mengusung di Pilkada 2030
Wakil Ketua Umum PKB Bidang Ideologi, Kaderisasi, dan Penataan Organisasi, Hanif Dhakiri, menyampaikan hal tersebut dalam acara Halal Bihalal dan Penghargaan Kaderisasi di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
“Kita sebagai partai bukan hanya sekadar akan bertahan, tetapi ke depan juga bisa lebih besar, termasuk menjadikan Gus Muhaimin sebagai presiden atau wakil presiden 2029,” ujarnya.
Hanif menekankan pentingnya kaderisasi, yaitu proses pembinaan dan pengembangan kader partai agar memiliki kualitas kepemimpinan.
Menurutnya, persaingan politik mendatang akan semakin kompetitif dan pragmatis, sehingga PKB harus mengandalkan keunggulan kader.
Baca juga: PKB Kaltim Konsolidasi Besar, Muscab Susun Strategi Hadapi Pilkada 2030
“PKB harus memastikan bahwa kader-kader kita di semua tempat itu unggul, kompeten, dan memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pertarungan politik ke depan tidak hanya soal popularitas atau logistik (dukungan dana dan sumber daya), tetapi juga kesiapan memimpin.
“Ke depan, saya melihat bahwa pertarungan politik bukan semata soal popularitas, bukan semata soal logistik belaka, tetapi juga soal siapa yang paling siap untuk memimpin,” imbuh dia.
Menurut Hanif, kualitas kader ini menjadi ruang kosong bagi PKB untuk menyiapkan kader yang siap memimpin. (*)