BOLASPORT.COM - Momen yang paling tidak diharapkan oleh fans Tottenham Hotspur dan mungkin juga banyak penggemar Liga Inggris yang netral akhirnya terjadi. Spurs masuk zona degradasi!
Tottenham sempat berada di posisi ke-2 klasemen Premier League 2025-2026 setelah menang terus dalam 2 pekan pertama.
Salah satunya adalah kesuksesan memukul Man City di Etihad Stadium, hasil yang membuat Spurs dianggap bisa bicara banyak pada kompetisi kali ini.
Namun, situasi berubah buruk bagi The Lilywhites dengan cepat.
Pada pekan ke-26, Spurs terjun bebas ke peringkat 16 setelah hanya menang 5 kali dan kalah 11 kali dalam 24 pertandingan.
Pelatih Thomas Frank didepak dan digantikan Igor Tudor.
Sang juru taktik pengganti tidak bisa mengangkat performa Tottenham Hotspur.
Di bawah kepemimpinan Tudor, Spurs kalah 4 kali dan tidak pernah menang dalam 5 laga.
Artinya, Cristian Romero dkk. tidak pernah menang sejak pergantian tahun!
Mereka turun lagi ke peringkat 17, Tudor pun menyerah dan Roberto De Zerbi didatangkan sebagai pengganti pada 31 Maret lalu.
De Zerbi datang dengan kondisi Tottenham masih berada di posisi ke-17 alias batas terakhir zona aman dari degradasi.
Namun, begitu pekan ke-32 Liga Inggris dimulai pada Jumat (10/4/2026), Spurs akhirnya untuk pertama kalinya musim ini masuk ke zona degradasi.
Penyebabnya adalah kemenangan telak West Ham United yang menggilas juru kunci klasemen, Wolverhampton Wanderers, dengan skor 4-0.
Kemenangan besar itu mengangkat West Ham ke posisi ke-17.
Tottenham turun ke peringkat 18 dengan defisit 2 poin dari The Hammers.
De Zerbi pun langsung akan mendapatkan tekanan berat untuk laga debutnya menghadapi tuan rumah Sunderland pada Minggu (12/4/2026).
Dia harus membawa Spurs meraih kemenangan pertama pada 2026 untuk keluar dari zona maut.
Masuknya Tottenham Hotspur ke zona degradasi sangat tidak diharapkan lantaran mereka adalah klub besar yang bahkan pernah menjadi salah satu kekuatan utama di Premier League.
Sejak 1950, Spurs hanya sekali tampil di luar Divisi Utama Liga Inggris yaitu pada musim 1977-1978.
"Saya akan mencoba membawa gaya, karakter, kepribadian, dan kekuatan saya untuk mencapai target kami," kata De Zerbi dalam jumpa pers sehari sebelum pertandingan melawan Sunderland.
"Pesan buat staf saya dan para pemain adalah kami harus layak mendapatkan dukungan."
"Pasalnya, penggemar juga menderita seperti halnya kami."
"Untuk para penggemar, hanya ada satu klub. Pemain boleh berganti tetapi bagi mereka, klub ini unik," lanjutnya seperti dikutip dari BBC.
"Kami harus membuat mereka bahagia dengan semangat dan sikap yang tepat di atas lapangan. Menghasilkan poin jadi akan lebih mudah."