Profil Gus Irfan Menhaj yang Usulkan War Tiket Haji Karena Panjangnya Antrean: Sah-sah Saja
Fitriadi April 11, 2026 11:22 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Inilah profil dan sosok Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf yang disorot usai usulan war tiket Haji.

Panjangnya antrean haji di Indonesia membuat sang Menhaj melontar ide tersebut.

Usulan itu disampaikan dalam Pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Mesin Pengering Ompreng MBG SPPG Angsana Toboali Meledak, Terungkap 2 Kejadian Serupa di Daerah Lain

Panjang antrean haji selama ini dinilai sebagai konsekuensi dari tingginya minat masyarakat yang tidak sebanding dengan kuota keberangkatan yang tersedia.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mulai mengevaluasi sistem yang ada guna mencari solusi yang lebih efektif.

Baca juga: Siapa Cepat Siapa Dapat, War Ticket Jika Ada Tambahan Kuota Haji dari Arab Saudi

Jika menilik ke belakang, sebelum pengelolaan dana haji dilakukan secara terpusat seperti sekarang, proses pendaftaran hingga keberangkatan relatif lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang.

Namun, seiring meningkatnya jumlah pendaftar dari tahun ke tahun, antrean panjang menjadi hal yang tak terhindarkan.

Di sisi lain, pengelolaan dana haji yang semakin kompleks turut membawa dinamika baru dalam sistem penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj mengungkapkan bahwa pihaknya mulai mempertimbangkan kembali apakah sistem antrean panjang masih relevan untuk dipertahankan.

“Ketika kita bicara tentang antrean haji, pemikiran kami di Kemenhaj, terutama Wamen, apakah perlu antrean yang begitu lama, apakah tidak perlu dipikirkan kembali sebelum ada BPKH,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi sebelum adanya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), di mana antrean panjang belum menjadi persoalan.

“Insya Allah tidak ada antrean. Pemerintah mengumumkan biaya haji sekian, pembukaan pendaftaran tanggal sekian sampai sekian, yang mau haji silakan membayar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengemukakan kemungkinan penerapan sistem yang mirip dengan perebutan tiket atau “war tiket”.

“Semacam war ticket,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penerapan sistem tersebut bukan perkara mudah dan masih sebatas wacana.

“Tentu bukan hal gampang, tetapi sebagai wacana, sah-sah saja,” katanya.

Pemerintah sendiri masih akan mengkaji berbagai opsi sebelum menentukan kebijakan baru terkait sistem penyelenggaraan ibadah haji ke depan.
 

Profil Menghaj Gus Irfan

Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan merupakan tokoh yang lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur.

Kini, ia telah memasuki usia 62 tahun dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan, pesantren, hingga politik.

Pendidikan dasarnya ditempuh di kampung halamannya sebelum melanjutkan ke SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang) dan lulus pada 1981.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, dan berhasil meraih gelar sarjana pada 1985.

Tak berhenti sampai di situ, Gus Irfan juga melanjutkan studi magister di kampus yang sama untuk memperdalam keilmuan akademiknya.

Perjalanan kariernya di dunia pesantren dimulai sejak 1989, ketika ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum di Pondok Pesantren Tebuireng.

Pesantren tersebut memiliki nilai historis kuat karena didirikan oleh kakeknya, KH Hasyim Asy'ari.

Pengalaman panjang ini semakin mengukuhkan perannya sebagai tokoh pesantren.

Selain itu, Gus Irfan juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuiret selama dua dekade, yakni dari 1996 hingga 2016. Di bidang pendidikan, ia juga memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006, memperkuat kiprahnya sebagai pengasuh sekaligus pendidik.

Tak hanya berkutat di lingkungan pesantren, Gus Irfan aktif dalam pengembangan ekonomi umat melalui Nahdlatul Ulama.

Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Kariernya kemudian merambah ke dunia politik. Pada 2018, ia terlibat dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai juru bicara.

Ia juga bergabung dengan Partai Gerindra, yang semakin memperkuat langkah politiknya.

Puncaknya, pada Pemilu Legislatif 2024, Gus Irfan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII.

Berkat dukungan masyarakat, ia berhasil meraih 77.433 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029.

(Tribun Bekasi/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.