Bupati Tulungagung Terjerat OTT KPK, Gerindra Jatim Sebut Sunu Belum Kader Meski Ikut Mengusung
Januar April 11, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur menegaskan bahwa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo hingga saat ini masih belum secara resmi berstatus sebagai kader Partai Gerindra. Ini ditegaskan pasca Gatut Sunu Wibowo terjaring dalam operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK, Jumat (10/4/2026). 

Meski saat Pilkada Tulungagung 2024 lalu Gerindra mengusung Gatut Sunu, namun tidak secara otomatis ia menjadi kader partai. 

"Masih belum menjadi kader partai Gerindra," kata Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Sabtu (11/4/2026). 

Meskipun demikian, Gerindra Jatim tak memungkiri bahwa sempat ada proses saat Gatut Sunu ingin berlabuh ke Partai Gerindra. 

Baca juga: Daftar 12 Pejabat Pemkab Tulungagung yang Diangkut Pakai Bis usai Diubrak-abrik KPK di Mapolres

Namun, hingga saat ini DPP Partai Gerindra disebut belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai status Gatut Sunu sebagai kader partai. Ini menjadi mekanisme di Gerindra. "Belum ada keputusan dari DPP sebagai kader," jelas Hidayat. 

16 ORANG TERJARING OTT

Sebanyak 16 orang termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung, Jatim, pada Jumat (10/4/2026). OTT di Tulungagung tersebut dikonfirmasi langsung oleh lembaga anti rasuah ini. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penangkapan terhadap belasan orang tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang sedang dilakukan penyidik KPK. 

"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jatim. Dimana tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com

Saat disinggung mengenai kasus rasuah yang menjerat 16 orang termasuk sang bupati itu, Budi enggan menjelaskannya karena penyidik masih melakukan pengembangan kasus. "Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya," pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.