Perjuangan Pelajar SMPN Pulau Sembilan Kotabaru Ikuti TKA, Perahu Oleng hingga Tercebur ke Laut
Hari Widodo April 11, 2026 02:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Gelaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan telah usai pekan ini.

Bagi dua murid dan satu guru SMPN 1 Pulau Sembilan, kisahnya masih segar diingatan. Tapi kali ini bukan tentang tingkat kesulitan soal atau nilai tinggi yang diidamakan.

Melainkan insiden yang mereka alami saat hendak mengikuti TKA di sekolah induk yang berada di Desa Marabatuan, Ibukota Kecamatan Pulau Sembilan.

Dituturkan Maryam, guru SMPN 1 Pulau Sembilan yang membersamai muridnya, Rirzki Maimunah dan Muhammad Zairullah, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Baca juga: Beberapa Siswa SMP Tidak Mengikuti TKA di HSS, Begini Alasannya

Siang itu, Maryam dan sembilan muridnya berencana berangkat dari Desa Maradapan, lokasi sekolah kelas jauh (filial) SMPN 1 Pulau Sembilan untuk menuju sekolah induk mengikuti TKA.

Berhubung Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang mengangkut tidak bisa sandar langsung, karena tidak ada pelabuhan, jadilah menunggu di tengah laut dengan melabuh jangkar.

Warga yang bersamaan ingin bepergian pun harus naik jasa perahu nelayan kecil dari daratan ke Kapal Perintis, termasuk Maryam dan dua muridnya. 

Biaya yang dikenakan Rp10.000 dan akan menempuh perjalanan tiga jam untuk mencapai Pulau Marabatuan.

"Tujuh murid sudah ikut kapal nelayan lain, kami sisa bertiga dengan penumpang warga," ujar Maryam, Sabtu (11/4/2026).

Naas, saat sudah menaiki perahu nelayan, mendadak perahu oleng sehingga penumpang dan barang berjatuhan di laut.

Maryam bersama muridnya pun terpaksa urung berangkat dan menunggu keberangkatan Perintis di hari berikutnya. 

Kejadian ini pun masih diingat Maryam, karena juga sempat terminum air laut saat berupaya muncul kepermukaan dan ditolong warga sekitar.

Beruntung pada insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka, hanya saja saja sejumlah barang-barang basah, termasuk hp dan laptop milik penumpang.

Mengenai kondisi ini, Riska, guru SMPN 1 Pulau Sembilan yang menetap di Pulau Maradapan turut mengaku prihatin. 

Kondisi serupa sudah kerap terjadi, bahkan saat kondisi gelombang tenang, mengingat belum ada dermaga yang dibangun untuk tambat kapal besar di pulau tersebut. 

Ia pun berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat, terlebih dalam mempermudah pendidikan anak-anak.

Baca juga: TKA SMP Diumumkan Mei, Siswa di SMPN 1 Rantau Ini Berharap Hasilnya Dukung Masuk SMA Favorit

"Untuk anak-anak, saya terus menekankan untuk bersabar, demi masa depan. Kalau kita ingin berhasil haruslah bersungguh-sungguh daalam menuntut ilmu.

Mengigat perjuangan kita sebagai anak pulau yg terpencil yang serba terbatas, kita harus bisa mmbuktikan, kita juga mampu meraih cita-cita seperti anak-anak kota yang lainya," pesan Riska. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)


Foto: Riska/Istimewa

Sejumlah penumpang, termasuk dua murid dan satu guru SMPN 1 Pulau Sembilan mengapung, karena perahu yang dinaiki oleng hingga tercebur ke laut  sesaat hendak menuju Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang akakn menuju Pulau Marabatuan, Rabu (1/4/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.