TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) ke-XIV.
RUA yang digelar di Asrama Mahasiswa Puncak di Manokwari sejak, Jumat (10/4/2026) ini bertujuan untuk mengevaluasi organisasi sekaligus memilih ketua baru periode selanjutnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina IMPT, Noak Degei, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi persidangan oleh senior IMPT, Ronny Wamu.
RUA dihadiri pembina, Dewan Penasehat Organisasi (DPO), serta seluruh anggota IMPT.
Ketua IMPT, Yuten Sam, menjelaskan bahwa RUA merupakan agenda rutin yang digelar setiap akhir masa jabatan kepengurusan.
“RUA ini biasa dilaksanakan satu tahun sekali di akhir masa jabatan badan pengurus,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: HUT ke-27 IMPT Manokwari Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Intelektual
Dalam persidangan, sejumlah agenda penting dibahas, antara lain evaluasi organisasi, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pemilihan ketua baru.
Yuten menegaskan IMPT berperan sebagai wadah pemersatu mahasiswa asal Pegunungan Tengah yang menempuh pendidikan di Manokwari.
Ia menjelaskan, bahwa organisasi ini menaungi mahasiswa dari 16 kabupaten, di antaranya Jayawijaya, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Yalimo, dan Mamberamo.
“IMPT menjadi wadah pemersatu bagi mahasiswa Pegunungan Tengah di Manokwari. Dari sini, mahasiswa belajar menjadi sarjana yang berintelektual dan berguna bagi tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Pembina IMPT, Noak Degei, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika pemekaran wilayah.
Baca juga: IMPT Manokwari Gelar SAB 2025: Teguhkan Identitas-Pererat Persaudaraan Mahasiswa
Ia berharap IMPT terus mempererat solidaritas antar mahasiswa dari berbagai daerah.
“Pemekaran daerah jangan sampai memecah belah persatuan. Melalui wadah ini, 16 koordinator wilayah tetap menjaga kesatuan,” tegasnya.
Noak menambahkan, IMPT bukan hanya organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan.
“Banyak yang lahir dari IMPT kemudian menjadi pemimpin. Ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memimpin di tanah Papua,” ujarnya.
Ia menegaskan IMPT memiliki peran strategis dalam merespons persoalan Papua, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga lingkungan.
“Dengan digelarnya RUA ke-XIV ini, diharapkan IMPT melahirkan pemimpin baru yang mampu membawa organisasi semakin solid serta berkontribusi nyata bagi masyarakat Pegunungan Tengah dan Papua secara umum,” tutupnya.