Sebabkan Kelangkaan, Polisi Periksa 3 Orang Dugaan Penimbunan LPG 3 Kg di Lumajang
Haorrahman April 11, 2026 05:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Polisi  menyelidiki dugaan penimbunan LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Polres Lumajang telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus yang diduga memicu kelangkaan LPG bersubsidi tersebut.

Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan kemungkinan akan berkembang seiring pengumpulan bukti tambahan.

“Sementara baru tiga orang sudah diperiksa, nanti akan kami kembangkan lebih lanjut,” ujar Suwarno, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Bupati Lumajang Batasi Harga LPG 3 Kg di Pengecer Maksimal Rp 20 Ribu per Tabung, Ini Syaratnya

Periksa Pemilik

Suwarno menjelaskan saksi yang telah dimintai keterangan masih sebatas pihak pemilik. Namun ia belum mengungkap apakah mereka berasal dari pangkalan ataupun agen distributor LPG.

“Masih pemilik, nanti kami sampaikan untuk identitasnya,” katanya.

Menurutnya, pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari bukti dugaan penimbunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang saat rapat koordinasi terkait kelangkaan LPG subsidi.

Polisi juga membuka kemungkinan pemanggilan saksi tambahan dalam waktu dekat.

“Masih dalam proses, pasti nanti ada pemanggilan dan sebagian akan kami tindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku,” tambah Suwarno.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan sesuai aturan, sehingga tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Timbun Ribuan Tabung LPG 3 Kg, Pertamina Hentikan Pasokan ke 5 Pangkalan di Lumajang

Dugaan Oplosan LPG

Menanggapi penyelidikan tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta aparat penegak hukum menuntaskan kasus dugaan penimbunan LPG subsidi.

Ia menduga sebagian LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram berasal dari pemindahan isi tabung LPG subsidi 3 kilogram yang dilakukan oleh oknum agen maupun pangkalan.

“Pengisian gas 12 kilo itu adalah hasil dari pemindahan gas dari tabung melon oleh beberapa agen dan pangkalan,” ujarnya.

Menurut Indah, kelangkaan LPG subsidi di Lumajang telah berlangsung sekitar tiga minggu. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.

Ia mengaku banyak pemilik warung mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram sehingga tidak dapat berjualan.

“Banyak warung kecil mengeluh kepada saya tidak bisa jualan karena tidak menemukan LPG 3 kilo. Dan pagi ini masih ada warga kesulitan LPG,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.