Harga Plastik Naik 50 Persen, Pedagang di Pasar Pamarican Ciamis Keluhkan Modal Jadi Membengkak
Dedy Herdiana April 11, 2026 01:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Harga berbagai produk plastik di pasaran mengalami lonjakan tajam dalam dua bulan terakhir. 

Harga plastik naik ini tak hanya dirasakan di tingkat industri, tetapi juga langsung membebani pedagang kecil di daerah.

Di Pasar Pamarican, Kabupaten Ciamis, para pedagang mengaku harus menghadapi kenaikan harga yang terjadi hampir setiap pekan.

Salah satunya diungkapkan Ai Siti Sukaesih, pemilik kios plastik “Dolar”. Ia menyebut, lonjakan harga terjadi pada hampir seluruh jenis plastik, terutama yang berbahan baku polyethylene (PE) dan polypropylene (PP).

“Hampir semua jenis plastik naik. Bahkan dalam seminggu bisa terus mengalami kenaikan,” ujar Ai Siti, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Harga Plastik Mahal, Pedagang Makanan di Tasikmalaya Jadi Bimbang

Menurutnya, plastik berbahan PE yang umum digunakan untuk kantong plastik, botol, hingga kemasan makanan, serta plastik jenis PP yang biasa dipakai untuk wadah makanan tahan panas, tutup botol, dan peralatan rumah tangga, kini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Ia menyebutkan, dalam kondisi saat ini, kenaikan harga bisa mencapai 30 persen, bahkan ada yang menembus hingga 50 persen.

Kenaikan paling terasa terjadi pada plastik kresek. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp49.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk jenis plastik lainnya, harga juga ikut terdongkrak dari sebelumnya Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.

Akibat lonjakan tersebut, pedagang terpaksa mengeluarkan modal lebih besar untuk menjaga ketersediaan stok barang.

Biasanya, Ai mengaku hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp10 juta untuk belanja stok plastik. 

Namun kini, untuk jumlah barang yang sama, ia harus merogoh kocek hingga Rp15 juta.

“Modal jadi jauh lebih besar, padahal barangnya sama. Ini cukup berat untuk pedagang kecil seperti kami,” katanya.

Ai menilai, kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku plastik impor. 

Kondisi tersebut tidak lepas dari situasi global, termasuk memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat- Israel yang berdampak pada rantai distribusi.

Karena industri plastik dalam negeri masih sangat bergantung pada bahan baku dari luar negeri, setiap gangguan pasokan langsung berimbas pada harga di tingkat pedagang.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis, seperti mencari alternatif sumber pasokan bahan baku dari negara lain, agar harga plastik bisa kembali stabil.

“Saya berharap ada solusi dari pemerintah, supaya harga tidak terus naik dan pedagang maupun pembeli tidak terlalu terbebani,” ucapnya.

Jika kondisi ini terus berlangsung, kenaikan harga plastik dikhawatirkan akan berdampak luas, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk menjalankan usahanya sehari-hari.

Tidak hanya pedagang plastik, sejumlah pelaku usaha makanan dan minuman di sekitar Pasar Pamarican juga mulai merasakan imbasnya, karena biaya kemasan menjadi ikut meningkat.(*)

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.