Tribunlampung.co.id, Sulawesi Selatan - Penyamaran dua remaja wanita asal Lampung di Sulawesi Selatan (Sulsel) terbongkar saat mau melamar seorang gadis.
Dua remaja wanita ini pura-pura menjadi laki-laki untuk melawar gadis pujaan hati di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kedua remaja perempuan asal Lampung tersebut adalah Santi (19) dan Sintia (15). Ternyata Santi mempunyai hubungan kekasih dengan gadis bernama Alda (15).
Sedangkan Sintia saat itu hanya menemani Santi ke kampun Alda berada, yaitu Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.
Santi bahkan nekat menyamar sebagai laki-laki dan menggunakan nama samaran Mulang. Sementara rekannya, Sintia, juga ikut berpura-pura sebagai pria dengan nama Edo.
Penyamaran tersebut dilakukan agar hubungan mereka dengan Alda dapat diterima oleh keluarga setempat. Bahkan, Santi yang mengaku sebagai Mulang sudah berniat melamar Alda.
Namun rencana tersebut urung dilakukan setelah pihak keluarga Alda meminta uang panai sebesar Rp250 juta sebagai syarat pernikahan.
Peristiwa ini kemudian menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Sinjai setelah identitas keduanya mulai mencurigakan.
Kepala Desa Biji Nangka, Abdul Rauf, akhirnya turun langsung menindaklanjuti laporan warga.
“Memang ada niatnya melamar tapi pas dipatokkan uang panai Rp250 juta langsung tidak jadi,” kata Abdul Rauf kepada Tribun-Timur, Jumat (10/4/2026).
Abdul Rauf kemudian melakukan penelusuran terkait identitas Santi ke daerah asalnya di Lampung.
Dari hasil penelusuran tersebut, diperoleh fakta mengejutkan bahwa Santi dan Sintia sebenarnya adalah perempuan.
“Saya telepon keluarganya di Lampung ternyata kedua remaja ini perempuan,” ujarnya.
Abdul Rauf kemudian menemui keduanya untuk melakukan klarifikasi.
Saat diinterogasi, mereka akhirnya mengakui bahwa mereka memang perempuan yang sengaja menyamar.
“Saya interogasi memang dan ternyata mereka mengaku kalau perempuan,” katanya,
Selanjutnya, kedua remaja tersebut akan dibawa ke Polsek Sinjai Borong untuk penanganan lebih lanjut.
“Ini saya mau bawa ke Polsek untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.(*)