BOLASPORT.COM - Keinginan pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengajukan syarat khusus tentang perpanjangan kontrak di Ducati dengan cara 1+1 disinyalir karena bagian dari strategi.
Opsi perpanjangan kolaborasi Marquez dengan Ducati dengan cara 1+1, yaitu diperpanjang tahun 2027 lali akan dilihat lagi untuk opsi 2028, sudah mulai diendus media.
Ducati terpantau ingin segera mengamankan kursi untuk pembalap megabintang sebelum regulasi baru MotoGP dimulai tahun depan.
Namun begitu, Marquez tak serta merta secara langsung menandatangani hitam di atas putih.
Ia masih bergelut dengan masalah kondisi fisik.
Mundurnya kebugaran Marquez sejak cedera tahun lalu membuat juara dunia bertahan itu tidak mau latah.
Bukan lagi mengejar uang atau sekadar menambah pamor, Marquez tampak masih ingin melihat apakah fisiknya bisa diajak berjuang untuk kemenangan.
Hal itulah yang juga dianalisis Ricard Jove, pengamat MotoGP yang terkenal di area paddock.
Jove menilai bahwa keengganan Marquez menandatangani kontrak dengan segera juga bagian dari strategi.
"Kontrak 1+1 yang dia minta disebabkan oleh kondisi fisiknya dan untuk menjaga peluang di masa depan," ujar Jove kepada Mundo Deportivo.
Selain karena fisik, Marquez juga masih harus mihat apakah Ducati bertahan di kelas kapasitas baru tahun depan.
Di awal musim ini saja, si Merah Borgo Panigale masih kesulitan menguasai balapan utama yang selalu dimenangi Aprilia melalui performa Marco Bezzecchi.
"Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Ducati akan menjadi motor terbaik pada tahun 2027," kata Jove.
Selain itu, Jove juga menyoroti usia Marquez.
Bagaimanapun, usia dan kondisi kebugarannya sudah bisa terbilang mendekati masa pensiun.
"Masa pensiunnya semakin dekat," kata Jove.
"Dan setiap tahun dia memiliki satu tahun lebih sedikit untuk memenangkan gelar."
Meski begitu, Jove yakin bahwa Marquez sudah lebih matang dan lebih dewasa dalam memikirkan setiap keputusannya.
Apapun keputusannya di Ducati nanti sudah menjadi bagian dari rencana dia untuk masa depannya.
Hal yang mungkin akan sangat krusial untuk menentukan kariernya pada ajang MotoGP.
"Dia telah menunjukkan kecerdasan emosional dan pengendalian diri," kata Jove.