BANGKAPOS.COM -- Seorang balita AZH (3) terlindas mobil boks pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini terjadi di halaman Yayasan MI Al Itihad, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (10/4/2026).
Posisi balita yang berada di belakang roda kendaraan tidak diketahui oleh sopir.
Saat itu, kendaraan tengah bersiap meninggalkan lokasi setelah mengambil ompreng bekas dari sekolah.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan korban berada di area titik buta atau blind spot, sehingga tidak terlihat oleh pengemudi.
Usai kejadian, kendaraan sempat diamankan ke Mapolsek Krangkeng untuk keperluan pemeriksaan.
Baca juga: Sosok Rey Malawat, Pria Jadi-jadian Nikah Sesama Jenis, Sebut Intan Tahu Identitasnya Wanita
Kapolsek Krangkeng AKP Nandang Supriatna menjelaskan, kejadian bermula saat sekitar pukul 10.30 WIB kendaraan MBG mengambil ompreng kotor di sekolah tersebut dan hendak kembali ke SPPG.
"Saat itu, korban tengah bermain di dekat mobil yang terparkir di halaman MI Al Itihad," kata Nandang dikutip dari TribunJabar, Sabtu (11/4/2026).
Mobil berpelat nomor E 8799 RD itu kemudian bergerak tanpa menyadari ada anak kecil di bagian depan kendaraan.
Pada saat itu, posisi korban yang sedang jongkok membuat korban tidak terlihat oleh pengemudi.
Setelah itu, AZH terlindas ban kanan depan kendaraan. Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RS Pertamina Klayan, Cirebon, untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan korban berada di area titik buta atau blind spot, sehingga tidak terlihat oleh pengemudi.
"Dari olah TKP, posisi korban berada di area blind spot sehingga pengemudi mobil tersebut tidak menyadarinya, dan saat kejadian juga korban bermain sendirian," ujar Nandang Supriatna.
Usai kejadian, kendaraan sempat diamankan ke Mapolsek Krangkeng untuk keperluan pemeriksaan.
Sementara pihak SPPG turut membantu proses penanganan korban di rumah sakit.
Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ponpes Salaf Annur, KH Farid Ashr Wadahr, akhirnya memberikan penjelasan langsung terkait insiden tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di halaman Yayasan MI Al Itihad, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Video yang beredar sebelumnya menarasikan adanya balita berusia tiga tahun yang terlindas kendaraan.
Namun, Farid menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Ia memastikan bahwa balita berinisial AZH dalam kondisi baik tanpa luka.
“Ini sekaligus klarifikasi yang di media sosial ya, jadi kejadiannya ada anak kecil, anak kecil itu biasa guyonan (bercanda/bermain), dan anak kecil itu sampai main di belakang ban mobil,” ucapnya.
Farid menjelaskan, posisi balita yang berada di belakang roda kendaraan tidak diketahui oleh sopir. Saat itu, kendaraan tengah bersiap meninggalkan lokasi setelah mengambil ompreng bekas dari sekolah.
Baca juga: Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Pegawai KPK Gadungan hingga Rp 300 Juta, Ngaku Kabiro Penindakan
“Itu sebenarnya (balita) ada di belakang ban. Sopir itu kemudian berangkat, karena enggak tahu, jadi enggak terlindas, enggak apa,” kata Farid.
Namun situasi mendadak berubah ketika warga sekitar panik dan berteriak, menyebut adanya balita yang terlindas.
Kepanikan memuncak saat seorang perempuan yang masih kerabat korban berteriak histeris momen inilah yang kemudian terekam dan viral di media sosial.
Di balik kejadian ini, pihak SPPG menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam operasional, khususnya bagi para sopir yang bertugas di lapangan.
“Insya Allah kami selalu mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Driver atau sopir kami juga tidak asal, mereka memang sopir ada SIM dan lain-lain,” kata Farid.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era viralitas, satu potongan kejadian bisa membentuk persepsi besar padahal kenyataannya bisa jauh berbeda.
Klarifikasi pun menjadi kunci agar kebenaran tidak tertutup oleh kepanikan sesaat.
Untuk memastikan kondisi korban, balita tersebut segera dibawa ke RS Pertamina Klayan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk tenaga medis, aparat kepolisian, hingga pemerintah setempat.
“Kemudian dicek sampai ke rumah sakit, sampai dokter, sampai ada aparat kepolisian, sampai ada camat juga, menyaksikan semua, ternyata kondisi anaknya tidak ada yang patah, enggak ada yang luka, enggak ada yang apa, anaknya juga masih sehat,” jelas Farid.
Ia menambahkan bahwa balita tersebut bahkan sudah kembali beraktivitas seperti biasa tak lama setelah kejadian.
Senada, ibu korban, Siti Maunah (40), memastikan, kondisi anaknya baik-baik saja meski sempat dilarikan ke RS Pertamina Klayan, Kabupaten Cirebon, untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, anaknya dinyatakan dalam keadaan baik, bahkan hasil CT Scan juga menunjukkan tidak ada cedera serius pada tubuhnya.
"Kata dokter, tidak ada cedera serius di anggota tubuh maupun tulangnya. Semuanya baik, dan enggak ada masalah apapun," ujar Siti Maunah saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jumat (10/4/2026) malam.
Pihaknya mengakui, setelah serangkaian proses pemeriksaan tersebut, tim dokter yang menangani anaknya mengizinkan pulang, dan kini buah hatinya kembali beraktivitas seperti biasanya.
Ia mengatakan, anaknya tergolong sangat aktif, bahkan saat baru tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit langsung bermain dan lari-larian seolah tak terjadi apa-apa.
"Anaknya tergolong sangat aktif, bahkan pulang dari rumah sakit sudah lari-lari lagi. Bagi saya, yang terpenting anak enggak kenapa-kenapa, alhamdulillah," kata Siti Maunah.
Maunah sendiri sempat menangis saat mengetahui anaknya yang masih balita terlindas mobil MBG berpelat nomor E 8799 RD yang baru saja mengambil ompreng kotor untuk dibawa ke SPPG.
Bahkan, rekaman video Maunah yang tampak mengenakan daster hijau, dan meronta-ronta sambil memegangi ban kanan bagian depan mobil tersebut beredar di media sosial.
Insiden ini pun berakhir tanpa konflik berkepanjangan. Pihak keluarga korban disebut memahami situasi yang terjadi dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.
“Dari orang tua juga cuma kekhawatiran saja, sebenarnya dari orangtua juga tidak ada apa-apa, enggak mempermasalahkan, sudah mengerti karena kondisi anaknya juga tidak kenapa-napa,” ungkapnya.
Menanggapi cepatnya penyebaran video tersebut, Farid mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi ke publik.
“Saya berharap mudah-mudahan dengan klarifikasi ini yang memviralkan semoga jangan terus memviralkan, paling tidak tabayyun dulu, atau paling enggak klarifikasi dulu, dan pesan untuk semua kaum muda-mudi jangan terlalu cepat-cepat memposting ke media sosial, mending kalau itu memang benar, kalau tidak benar, itu bisa menjadi fitnah,” lanjutnya.
(Bangkapos.com/Kompas.com/Tribun-Medan.com/TribunJabar.id)