WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menelepon Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah video tukang bakso dipalak preman di Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di medsos.
Pramono Anung menegaskan, pelaku segera ditindak sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap gangguan keamanan di ibu kota.
"Saat itu juga saya menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan," kata Pramono Anung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
"Yang memalak, yang memecahkan mangkuk-mangkuk langsung ditangkap dan ditahan," lanjutnya.
Baca juga: Preman di Tanah Abang Jakarta Pusat Beraksi, Pecahkan Mangkuk Tukang Bakso karena Tidak Diberi Uang
Pramono Anung menyatakan, langkah tersebut menunjukkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bereaksi cepat terhadap gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
Penjelasan itu disampaikan saat ia dimintai evaluasi terkait peristiwa pedagang bakso dipalak preman di Tanah Abang.
Pramono Anung juga menyinggung kejadian tersebut terjadi saat Jakarta baru saja memperoleh predikat sebagai kota teraman nomor dua di Asia Tenggara.
Menurut Pramono Anung, capaian tersebut merupakan hasil survei internasional.
Baca juga: Bakso Betawi Legendaris Bang Iman: Cita Rasa Otentik dari Tahun 1985 yang Tak Lekang Zaman
"Selama ini Jakarta biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7, sekarang nomor dua, ya kami syukuri," kata Pramono.
"Kota dengan penduduk 11 juta lebih, kalau dengan aglomerasinya hampir 42 juta menurut PBB, tentunya enggak mungkin semuanya adem ayem," lanjutnya.
Pramono menilai Jakarta memiliki berbagai dinamika, termasuk dalam aspek keamanan.
Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas terhadap setiap gangguan ketertiban.
Baca juga: Parkir Liar Masih Jadi PR Pramono, Pengamat: Jangan Sampai Pemerintah Kalah Sama Preman!
"Yang seperti itu tentu kami tindak dengan tegas," kata Pramono.
Saat memberikan sambutan pada pembukaan 'Lebaran Betawi 2026' di Lapangan Banteng, Pramono mengatakan Jakarta sebelumnya belum pernah menjadi kota teraman nomor dua di Asia Tenggara.
Dengan peringkat baru tersebut, Jakarta disebut berada di atas Bangkok (Thailand), Manila (Filipina), Kuala Lumpur (Malaysia), hingga Hanoi (Vietnam).
Sementara peringkat pertama ditempati Singapura.
Baca juga: Bukan Sekadar Cekcok, Saksi Bongkar Preman Aniaya Pedagang Kukusan di BKT
"Itu (peringkat Jakarta) tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahmi, persatuan yang kita jaga bersama-sama," kata Pramono.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang preman memecahkan mangkuk milik tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Jumat (9/4/2026).
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat seorang pria berjaket biru dan celana pendek biru memecahkan mangkuk milik pedagang bakso.
Awalnya, pria bertopi tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso, lalu menghantamkannya satu sama lain hingga pecah.
Baca juga: 2 Preman Palak hingga Ambil Ponsel Sopir Truk di Cakung Jakarta Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi
Dalam video itu, terdengar pria tersebut berdebat dengan pedagang bakso.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, peristiwa yang viral tersebut dilaporkan pada Kamis (9/4/2026).
Laporan bermula saat polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan pemerasan dengan ancaman di Warung Kopi Berkah, di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Fachrudin, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Polisi juga mengidentifikasi video viral yang menunjukkan pelaku pemerasan sebelumnya melakukan aksi pemalakan dengan memecahkan mangkuk milik pedagang bakso.
Baca juga: 2 Preman yang Menganiaya Pedagang di Kawasan Banjir Kanal Timur Jakarta Timur Ditangkap Polisi
Setelah itu, polisi menangkap tiga orang pelaku warga Kampung Bali, yakni TDT (26), DA (36), dan OP (36).
Polisi juga menyita senjata tajam yang digunakan untuk mengancam pedagang.
Selain itu, polisi melakukan tes urin terhadap para pelaku dan hasilnya menunjukkan ketiganya positif mengonsumsi metamfetamin (sabu).
Sumber: Kompas.com