Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat
TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Enmbal, salah satu makan paling khas di Kepulauan Kei.
Adalah olahan singkong dari jenis perdu tropis, Manihot glaziovii sebutan latinnya.
Umbi ini beracun, sehingga tak boleh asal mengolahnya.
Tumbuh subur di Kepualaun Kei dan oleh penduduk lokal telah lama mengolahnya menjadi makanan pokok hingga kudapan yang jadi ciri khas.
Tak sedikit lapak menjajakan kudapan yang kini dikemas modern.
Baca juga: Lima Proposal Revitalisasi Rumah Adat Lolos Seleksi, Bupati SBT Dorong Penguatan Sektor Budaya
Baca juga: Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH
Bahkan, kini hadir dengan aneka varian rasa: enbal kacang, enbal bunga, enbal keju, enbal kenari, enbal stik, hingga enbal brownies.
Sam (28), salah satu pelapak yang telah bertahun-tahun menjajakan enbal di Pasar Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual.
Dia merasakan dampak ekonomi dari inovasi produk pangan lokal itu.
"Konsumen yang paling banyak datang dari luar, macam ambon, timika, dobo, fakfak deng sorong," ungkapnya.
Ia menilai, inovasi sederhana dalam pengolahan enbal membuktikan bahwa tradisi lokal dapat terus hidup dan berkembang jika dipadukan dengan kreativitas, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Berikut daftar harga oleh-oleh khas pulau Kei :
* Enbal kacang Rp.20 ribu/tiga bungkus
* Enbal bunga Rp.10 ribu/bungkus
* Enbal keju Rp.25 ribu/mika
* Enbal kenari Rp.25 ribu/bungkus
* Enbal stik Rp.25 ribu/bungkus
* Enbal brownies Rp.25 ribu/bungkus
Untuk varian kacang botol rata-rata di harga yang sama :
* Kacang asin
* Kacang bawang
* Kacang gula
(Rp.30 - 50 ribu/botol dan Kemasan Rp.25.ribu).(*)