Curhat Eks Persis Solo Jordy Tutuarima: Gaji Tak Dibayar Berbulan-bulan, Didepak Secara Mendadak
Whiesa Daniswara April 11, 2026 06:24 PM

TRIBUNNEWS.COM - Bek keturunan Maluku, Jordy Tutuarima angkat bicara soal pengalaman pahitnya saat membela Persis Solo di Super League.

Pemain berusia 32 tahun ini mengaku mengalami situasi yang sangat aneh, termasuk tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, hingga akhirnya dilepas secara mendadak bersama delapan pemain asing lainnya.

Setelah tiga bulan menganggur, Jordy kini resmi bergabung dengan klub kasta ketiga Liga Belanda, GVVV Veenendaal. 

Ia menandatangani kontrak hingga akhir musim 2026/2027. 

Kepulangannya ke Belanda langsung disambut kebahagiaan karena bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

PERSIS VS MALUT - Aksi pemain Persis Solo, Jordy Tutuarima (kanan) saat melawan Malut United dalam pertandingan uji coba pramusim, pada Rabu (23/7/2025) sore. Persis berhasil menang 2-1 lewat brace Kodai Tanaka.
PERSIS VS MALUT - Aksi pemain Persis Solo, Jordy Tutuarima (kanan) saat melawan Malut United dalam pertandingan uji coba pramusim, pada Rabu (23/7/2025) sore. Persis berhasil menang 2-1 lewat brace Kodai Tanaka. (Persissolo.id)

"Saya senang sekali bisa kembali bersama keluarga. Keadaan di sana sangat aneh. Pelatih baru datang pada bulan Januari, dan tiba-tiba semua pemain asing harus pergi (sembilan pemain dilepas)," ujar Jordy Tutuarima dalam wawancara dengan media Belanda, Gelderlander.

Menurutnya, proses pelepasan itu memakan waktu beberapa minggu.

Jordy yang masih terikat kontrak hingga musim panas 2026 sempat menyampaikan kepada klub untuk mencari solusi.

"Saya masih memiliki kontrak hingga musim panas, jadi carilah solusi," katanya kepada manajemen Persis Solo.

Meski begitu, Jordy mengaku bahwa akhirnya kini masalah tersebut sudah menemukan solusinya.

Performa minor Persis Solo memang sempat membuat pelatih asal Belanda Peter de Roo dipecat.

Namun Jordy mengatakan bahwa hasil buruk tim juga dipengaruhi oleh hal-hal "gila" lainnya yang terjadi di internal klub.

Yang paling menyakitkan, lanjut Jordy, adalah masalah pembayaran gaji yang tertunda berbulan-bulan. 

Hal itu sangat memengaruhi performa pemain, terutama para pemain lokal.

Aksi pemain anyar Persis Solo, Jordy Tutuarima saat melawan PSM Makassar pada pekan ke-18 Liga 1, Senin (13/1/2025) malam WIB.
Aksi pemain anyar Persis Solo, Jordy Tutuarima saat melawan PSM Makassar pada pekan ke-18 Liga 1, Senin (13/1/2025) malam WIB. (Instagram @persisofficial)

Baca juga: Hasil Super League: Comeback Kalahkan PSIM 1-2, PSM Buka Asa Jauhi Zona Papan Bawah

"Kami tidak dibayar selama berbulan-bulan, jadi Anda bisa memperkirakan hasilnya akan menurun," kata Jordy.

"Xandro (Schenk), Gervane (Kastaneer), dan saya punya sedikit tabungan, tetapi anak-anak lokal, yang penghasilannya memang tidak banyak, tidak punya."

"Mereka punya keluarga yang harus diurus."

"Dan kalau anakku tidak bisa makan, aku juga tidak akan berusaha keras untukmu. Begitulah kira-kira yang terjadi di lapangan."

"Tapi ya di Indonesia mereka selalu beralasan: 'Sabar, pelan-pelan', seperti yang mereka katakan di sana: 'santai saja'," ujar Jordy Tutuarima.

Sebagai informasi, Jordy Tutuarima bergabung dengan Persis Solo pada Januari 2025 dengan status tanpa klub.

Ia sempat mengikuti trial dan akhirnya dikontrak klub pada Liga 1 musim 2024/2025 lalu.

Kemudian Jordy pun diperpanjang Persis Solo satu musim untuk Super League 2025/2026 ini.

Di Super League musim ini, ia tampil dalam 12 pertandingan, mencetak 1 gol dan 1 assist.

Namun, performa tim kurang memuaskan dengan hanya 1 kemenangan, 7 kekalahan, dan 4 imbang di putaran pertama Super League 2025/2026. Persis Solo sempat terjerembab di zona degradasi.

MENENDANG BOLA - Bek sayap Persis Solo, Jordi Tutuarima (kanan) bersiap melepaskan umpan silang ke pertahanan PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-14 Super League di Stadion Manahan Solo, Sabtu (29/11/2025) malam WIB. PSM berhasil comeback atas Persis dengan skor 4-3. Tribun Solo/Hafidh Rizky Pratama (Tribun Solo/)

Pada bursa transfer paruh musim Januari 2026, Persis Solo melakukan cuci gudang melepas sembilan pemain asing termasuk Jordy Tutuarima. 

Ia kemudian menganggur selama tiga bulan sebelum mendapatkan kesempatan baru di GVVV Veenendaal.

Meski sempat merasakan kehidupan yang nyaman di Solo, pengalaman tunggakan gaji dan pelepasan mendadak membuat Jordy memilih kembali ke kampung halamannya.

Curhatan Jordy Tutuarima ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga tentang stabilitas klub dan kesejahteraan pemain di sepak bola Indonesia.

Harapannya, kejadian ini tidak terulah lagi di tim manapun ke depannya.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.