Pengamat Ungkap 2 Keuntungan PKB Jika Cak Imin Jadi Capres di 2029
Jaisy Rahman Tohir April 11, 2026 07:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ingin mengusung Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres di Pilpres 2029 merupakan langkah realistis sekaligus menguntungkan secara politik.

Menurut Adi, peluang PKB mengusung Cak Imin terbuka lebar setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Seperti diketahui, MK menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persenadalah Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024. Putusan ini dibacakan pada awal Januari 2025 dan menyatakan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu inkonstitusional.

“Dengan tidak adanya presidential threshold, PKB sudah punya boarding pass untuk mencalonkan Gus Muhaimin sebagai capres,” kata Adi.

Ia menegaskan, kondisi tersebut membuat PKB tidak lagi memiliki hambatan struktural untuk mengusung kadernya sendiri di Pilpres.

“Bukan hanya golden ticket, tapi boarding pass. Artinya PKB bisa langsung mencalonkan tanpa tergantung koalisi,” ujarnya.

Tak Ada Saingan Internal

Adi juga menilai, dari sisi internal partai, posisi Cak Imin sangat kuat karena tidak memiliki pesaing berarti.

“Tidak ada saingan di internal PKB. Ini membuat langkah tersebut semakin mudah direalisasikan,” ucapnya.

Selain itu, basis massa PKB yang kuat juga menjadi keuntungan tersendiri.

Menurut Adi, kedekatan PKB dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi modal elektoral penting.

“NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Ini aset politik yang sangat besar dan bisa dikapitalisasi oleh PKB,” jelasnya.

2 Keuntungan

Adi menilai, pencalonan Cak Imin di 2029 juga memiliki manfaat jangka panjang bagi PKB, terutama untuk meningkatkan elektabilitas menuju Pemilu berikutnya.

“Ini insentif politik elektoral. Popularitas dan elektabilitas Muhaimin bisa dibangun dari sekarang untuk 2029, bahkan 2034,” katanya.

Dengan majunya Cak Imin, maka PKB akan menikmati efek ekor jas atau coattail effect yang mengakibatkan suara di Pilegnya berpotensi ikut naik.

Efek ekor jas itu sudah terbukti saat Cak Imin maju menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 lalu.

“Bahkan di daerah yang sebelumnya PKB tidak dapat kursi, mulai muncul efek elektoralnya,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.