TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM) menggelar pelatihan inovasi pengolahan jagung bagi siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Bawen, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menitikberatkan pada penerapan teknologi pengkayaan gizi (fortifikasi) serta fermentasi sebagai upaya minikitchen nilai tambah produk berbahan dasar jagung.
Ketua tim PkM, Anisa Rachma Sari menyampaikan, selama ini jagung kerap diolah secara konvensional, seperti menjadi produk bakery.
Padahal, menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kandungan gizi sekaligus manfaat kesehatannya.
Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah pembuatan yogurt berbahan dasar susu jagung sebagai alternatif pengganti susu hewani.
Menurutnya, produk hasil fermentasi tersebut mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.
Anisa menuturkan, yogurt jagung memiliki kandungan asam organik, seperti asam laktat, peptida aktif, dan asam amino yang berperan dalam menjaga kesehatan.
“Produk ini berpotensi membantu meningkatkan kesehatan pencernaan sekaligus mendukung sistem imun tubuh,” ujarnya.
Sementara itu, anggota tim, Prof. Haslina menambahkan bahwa fortifikasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pangan berbasis jagung.
Dia mengungkapkan, teknologi pengkayaan gizi bertujuan untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro, baik vitamin maupun mineral, pada masyarakat.
Menurutnya, salah satu contoh penerapannya adalah penambahan zat besi, zinc, vitamin A, dan asam folat pada tepung jagung.
“Melalui fortifikasi, produk olahan jagung tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga dapat mendukung pemenuhan gizi dan diversifikasi pangan yang lebih sehat,” jelasnya. (***)