Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Lampung siap menghadapi El Nino Godzilla yang bakal terjadi di Bumi Ruwa Jurai.
El Nino Godzilla merupakan fenomena kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung cukup panjang, mulai awal Mei hingga September 2026. Kondisi tersebut dapat mengancam berbagai sektor, mulai pertanian hingga pasokan air bersih.
Pemprov Lampung telah menyiapkan langkah konkret, di antaranya guna menjaga ketahanan sektor pangan. Salah satunya melalui penyediaan 1.222 irigasi perpompaan yang tersebar di 14 kabupaten/kota.
Jumlah ini, menurut Dinas KTPTH Lampung, meningkat signifikan dibanding Tahun 2024 yang hanya mencapai 415 unit.
Kepala Dinas KTPTH Lampung Elvira Ummihani mengatakan, kesiapan infrastruktur tahun 2026 jauh lebih baik dalam menghadapi potensi El Nino.
Baca juga: BPBD Lampung Siapkan Skema Hujan Buatan Hadapi Godzilla El Nino
“Bila dibandingkan 2023, pada 2026 ini bila ada fenomena El Nino kita lebih siap,” ujarnya di Bandar Lampung, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kesiapan ini merupakan hasil dari program penguatan infrastruktur yang digulirkan sejak 2024 hingga 2025, termasuk dukungan dari Kementerian Pertanian.
Program tersebut meliputi optimalisasi lahan melalui pembangunan irigasi perpompaan, perpipaan, serta penyiapan alat dan mesin pertanian.
Distribusi 1.222 unit pompa air tersebut tersebar di berbagai wilayah sentra pertanian.
Kabupaten Lampung Timur menerima alokasi terbanyak dengan 247 unit, disusul Way Kanan sebanyak 209 unit, dan Lampung Tengah 187 unit.
“Harapannya ini sudah bisa mengatasi dampak dari fenomena El Nino, meski belum bisa semua karena masih ada lahan tadah hujan,” tambah Elvira.
Selain itu, pemerintah juga menyiagakan 95 unit irigasi perpipaan serta 110 unit kegiatan konservasi sebagai langkah pendukung.
Dikatakannya, Pemprov Lampung terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan strategi penanganan kekeringan berjalan optimal, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengingatkan bahwa fenomena kekeringan ini diprediksi menjadi yang terpanas dalam 30 tahun terakhir.
"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan BMKG, Indonesia, termasuk Provinsi Lampung akan melalui masa yang keras berupa fase hidrometeorologi kering, yang bahkan terpanas dalam 30 tahun terakhir, lebih panas dan lebih panjang," terang Wahyu, Kamis (9/4/2026).
Pihaknya memprediksi, puncak suhu panas akibat fenomena El Nino Godzilla bakal terjadi pada Juni-Juli 2026. Menanggapi ancaman tersebut, Wahyu mendorong sektor pertanian untuk melakukan langkah ekstra.
"Yang pertama, tentu kita akan kekurangan air secara ekstrem, jadi kita harus melakukan tata kelola air dari sekarang. Selain itu, kita juga harus siaga menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan," tutur Wahyu.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyebut cuaca ekstrem ini juga berpotensi meluas ke sektor lainnya. (Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Hurri Agusto)