TRIBUNJATIMTMUR.COM, Bondowoso - Tumpahan bahan bakar solar membuat Jalan Raya Dusun Pal 9, Desa Bandelan, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, membuat banyak pengendara motor terjatuh, Sabtu (11/4/2026).
Akibat kondisi jalan yang licin, sedikitnya enam pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh dalam waktu sekitar satu jam sejak kejadian.
Kepala Desa Bandelan, Bambang Hartono, mengatakan tumpahan solar mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam waktu singkat, beberapa pengendara motor kehilangan kendali saat melintas di lokasi.
“Dalam satu jam ada enam pengendara jatuh,” kata Bambang.
Baca juga: Ritual 500 Tahun Tradisi Ngideri Cermee Bondowoso, 11 Lelaki Keliling Desa Tanpa Alas Kaki
Menurutnya, sebagian korban mengalami luka ringan di bagian tangan. Warga kemudian membantu membawa para korban ke Ponkesdes atau bidan desa setempat untuk mendapatkan penanganan.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa segera melaporkan kejadian itu ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso agar jalan segera dibersihkan.
Bambang mengapresiasi respons cepat petugas yang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
“Tak sampai 20 menit Damkar sudah di lokasi,” ungkapnya.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Segera Dimulai, Alat Berat Sudah Didatangkan
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, tumpahan solar diduga berasal dari kendaraan truk yang melintas di jalur tersebut.
Warga melihat adanya cairan solar yang tercecer di sepanjang jalan setelah kendaraan tersebut melintas.
Komandan Regu Damkar Satpol PP Bondowoso, Jefriyadi, mengatakan timnya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Proses pembersihan tidak hanya menggunakan air, tetapi juga sabun karena residu solar sulit hilang jika hanya disiram air.
Petugas Damkar bersama warga kemudian menyabuni permukaan jalan, menyikat aspal, lalu membilasnya hingga bersih.
Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan sisa solar agar permukaan jalan tidak lagi licin dan aman dilalui kendaraan.
“Panjang jalan yang ditangani sekitar 200 meter,” kata Jefriyadi.