Jelang Persija vs Persebaya, Jakmania Tunjukkan Jiwa Sosialnya Dengan Ikut Donor Darah di SUGBK
Facundo Chrysnha Pradipha April 11, 2026 07:57 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sekitar tiga jam jelang laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang akan digelar pukul 19.00 WIB, suasana berbeda terlihat di area Zona 2B Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Puluhan suporter Persija, The Jakmania, tampak mulai memadati area tersebut. 

Mereka terlihat mengantre dan mengisi formulir di sejumlah meja yang telah disediakan.

Ya, para suporter tersebut tengah mengikuti kegiatan donor darah yang digagas oleh I.League bersama Persija Jakarta.

Program ini menjadi yang pertama kali dilakukan dalam format kolaborasi seperti ini.

Fans Engagement I.League, Budiman Dalimunthe, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran suporter terhadap kesehatan sekaligus mendorong semangat berbagi.

“Saya kira di beberapa klub sebenarnya sudah pernah, hanya saja tidak terintegrasi atau tidak terekspos, kemudian dilupakan,” ujar Budiman.

Budiman menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif bertajuk “Satu Darah Indonesia” yang mengusung berbagai bentuk aktivasi, salah satunya donor darah.

“Sebenarnya inisiatifnya ‘Satu Darah Indonesia’, salah satu integrasinya adalah donor darah, dan bisa berupa aktivitas lain. Ini memang kolaborasi pertama yang kita lakukan,” katanya.

Lebih lanjut, Budiman menjelaskan, program ini menyasar kelompok suporter loyal atau yang disebut sebagai “hardcore fans”, yakni mereka yang secara rutin hadir langsung di stadion untuk mendukung tim kesayangannya.

Baca juga: Saat Jakmania dan Bonek Berbaur di SUGBK, Rivalitas yang Mencair Jelang Persija vs Persebaya

“Ini namanya Hardcore Vibes. Jadi memang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pengalaman suporter di pertandingan,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan riset, kelompok suporter dengan rentang usia 17 hingga 34 tahun merupakan basis utama dari kategori tersebut, termasuk di dalamnya komunitas seperti Jakmania dan kelompok ultras lainnya.

Dalam pelaksanaannya, I.League menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta sebagai mitra utama.

Budiman menilai kebutuhan darah di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga keterlibatan suporter diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata.

“PMI juga berinisiatif, karena kebutuhan darah memang sangat dibutuhkan. Ini bisa menjadi gerakan yang lebih luas ke depan,” ujar Budiman.

Ia bahkan membuka peluang agar program serupa dapat diterapkan secara nasional dan melibatkan lebih banyak klub.

“Kalau untuk Persija jelas akan terus dilakukan, baik di dalam maupun di luar pertandingan. Untuk klub lain, kami juga akan mencoba kolaborasi, tentu dengan bekerja sama dengan PMI di masing-masing daerah,” pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.