TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pertandingan sarat gengsi dan penuh drama tersaji di atas rumput Stadion Wergu Wetan, Kudus.
Tim tamu PSIS Semarang berhasil mencuri satu poin krusial usai menahan imbang tuan rumah Persiku Kudus dengan skor ketat 3-3 pada lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-24, Sabtu (11/4/2026).
Laga yang berjalan dengan tensi sangat tinggi ini menghadirkan hujan gol sekaligus kontroversi.
Baca juga: Hujan Gol dan Drama VAR di Wergu Wetan, PSIS Semarang Gagal Pertahankan Kemenangan, Berakhir 3-3
Skuad Mahesa Jenar sejatinya tampil mendominasi di paruh pertama.
Mereka sukses merobek jala tuan rumah lewat aksi memukau Alberto Goncalves pada menit ke-24, yang kemudian digandakan oleh Rafinha di masa injury time babak pertama (45+7').
PSIS menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.
Namun, angin permainan berbalik arah di babak kedua.
Tertinggal dua gol, Persiku tampil lebih agresif menekan jantung pertahanan lawan.
Petaka bagi PSIS dimulai pada menit ke-56 ketika wasit menunjuk titik putih, yang sukses dieksekusi oleh Igor Henrique.
Momentum tuan rumah berlanjut.
Pemain asing mereka, Caique Souza, berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76, membuat kedudukan kembali imbang 2-2.
Tingginya tensi permainan yang diwarnai sejumlah pelanggaran keras memaksa wasit Agus Fauzan memberikan tambahan waktu ekstra panjang hingga 10 menit.
Di masa kritis inilah, drama sesungguhnya terjadi.
Wasit tiba-tiba menghentikan laga untuk berkoordinasi dengan petugas VAR.
Setelah mengecek monitor, wasit memutuskan penalti kedua untuk Persiku karena pemain PSIS, Ibrahim Sanjaya, kedapatan menyentuh bola (handball) saat memblokir tembakan Igor Henrique.
Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain PSIS, sehingga laga sempat terhenti cukup lama.
Saat eksekusi dilakukan, kiper PSIS Raka Octa sebenarnya berhasil menepis tendangan Igor.
Namun, wasit menganulir penyelamatan tersebut dan meminta penalti diulang karena Raka dianggap melangkah maju sebelum bola ditendang.
Protes kembali pecah, namun wasit bergeming.
Pada eksekusi ulangan di menit 119, Igor tak membuang peluang dan mengubah skor menjadi 3-2 untuk Persiku.
Tepat saat pendukung tuan rumah bersiap merayakan kemenangan epic comeback, keajaiban datang untuk PSIS di penghujung laga.
Pada menit ke-125, PSIS mendapat hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti.
Rafinha yang maju sebagai algojo sukses melepaskan tembakan akurat yang mengoyak gawang Persiku.
Gol tersebut sekaligus menjadi peluit panjang penanda berakhirnya laga dengan skor sama kuat 3-3.
Satu poin berharga ini patut disyukuri skuad Mahesa Jenar yang tengah berjuang mati-matian menghindari jurang degradasi.
Tambahan poin ini sedikit memperlebar jarak dari kejaran Persiba Balikpapan di papan bawah klasemen.
Untuk memastikan diri aman bertarung di musim depan, PSIS masih harus melakoni tiga laga sisa melawan Persipura Jayapura, Kendal Tornado FC, dan PSS Sleman.