Perkuat Pembangunan Inklusif, Pemkab Solok Selatan Dorong Inovasi Digital Organisasi Perempuan
Arif Ramanda Kurnia April 11, 2026 09:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN-Peran perempuan dalam menyokong kemajuan daerah kini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pilar utama dalam menyukseskan program pemerintah.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Ikatan Istri Kepala Daerah (ISKADA) yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Solok Selatan, Kamis (09/04/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kaum ibu untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Mahasiswa PNP Tewas di Kos: Keluarga Datangi RS Bhayangkara, Suasana Haru Menyayat Hati


Bupati Solok Selatan, Khairunas, hadir langsung memberikan penegasan mengenai betapa krusialnya sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan.


Menurut Khairunas, pertemuan ISKADA bukan sekadar ajang berkumpul atau silaturahmi rutin antardaerah semata. Ia menilai forum ini adalah ruang strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif bagi kesejahteraan masyarakat.


“Pembangunan daerah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, butuh kerja kolektif,” ujar Khairunas di hadapan peserta.


Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif organisasi perempuan sangat dibutuhkan agar program pembangunan menyentuh seluruh lapisan elemen warga.


Inovasi Digital dan Pemberdayaan Keluarga

Senada dengan Bupati, Ketua TP-PKK Solok Selatan, Ny. Erniati Khairunas, menegaskan posisi perempuan sebagai motor penggerak masyarakat. Ia ingin mengubah stigma bahwa perempuan hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai eksekutor program sosial.


“Perempuan adalah penggerak utama dalam pembangunan yang berbasis pada keluarga,” tegas Erniati.

Salah satu yang menonjol adalah penerapan inovasi digital berupa aplikasi SIMSALABIM yang telah terintegrasi dengan sistem Satu Data.

Inovasi ini diharapkan mampu memetakan kebutuhan keluarga secara akurat untuk mendukung program pemerintah yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, Erniati menyoroti pentingnya gerakan sosial dan perlindungan terhadap perempuan serta anak di wilayah Solok Selatan.

Baca juga: Optimalisasi Pajak Air Permukaan, Bupati Solok Selatan Tekankan Pentingnya Keseimbangan Investasi


Fokus Penanganan Stunting dan Ekonomi Mandiri

Dalam paparannya, Erniati juga menyebutkan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi prioritas melalui program kampung mandiri. Program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian finansial di tingkat rumah tangga agar ketahanan ekonomi keluarga semakin kuat.


Tidak hanya soal ekonomi, isu kesehatan seperti penanganan stunting dan pola hidup bersih juga menjadi fokus utama dalam gerakan PKK.


“Kesehatan keluarga adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. Jika keluarganya sehat, daerahnya pasti maju,” imbuhnya.


Ia berharap seluruh anggota ISKADA bisa menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.


Menyatukan Visi Organisasi Perempuan


Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Hj. Harneli Mahyeldi, memberikan arahan khusus mengenai kesatuan visi.


Ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat berbagai wadah organisasi seperti PKK, GOW, maupun Dharma Wanita, tujuannya tetaplah satu.


“Kita semua memiliki visi yang sama, yaitu mewujudkan keluarga sejahtera dan masyarakat yang berdaya,” ungkap Harneli.


Istri Gubernur Sumbar ini meminta para istri kepala daerah untuk menunjukkan keteladanan dan kepedulian sosial yang tinggi.


Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang dibangun oleh kaum perempuan akan menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui pertemuan ISKADA di Solok Selatan ini, diharapkan lahir koordinasi yang lebih solid antar-kabupaten/kota di Sumatera Barat untuk mendukung kemajuan daerah secara merata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.