TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Goethe-Institut Bandung telah mengundang masyarakat dalam acara Open House bertajuk “Goethe Laune”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026.
Bertempat di Goethe-Institut Bandung dan Grha Kompas, pengunjung diajak untuk menjelajahi berbagai program menarik seputar budaya, bahasa, studi, serta peluang karier di Jerman.
“Goethe Laune” menghadirkan rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif, mulai dari talkshow, workshop, peluncuran buku, hingga pertunjukan panggung yang menghibur.
Sebagai penutup yang meriah, acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan dari band Soenji.
Selain itu, pengunjung juga berkesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai bidang di Goethe-Institut Bandung, mulai dari program bahasa, kegiatan budaya, hingga fasilitas perpustakaan.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah mitra penting yang dapat diajak berdialog secara langsung, di antaranya DAAD, Bagian Visa Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, tim Mein Weg nach Deutschland, MOVE ID, Pro Recognition, serta Studienkolleg.
Melalui interaksi ini, pengunjung dapat memperoleh informasi komprehensif mengenai studi di Jerman, proses visa, pengakuan ijazah, program Ausbildung, hingga peluang karier.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, menyatakan "Jerman dan Indonesia terhubung oleh hubungan yang kuat dan terus berkembang di bidang pendidikan, budaya, dan kerja sama ekonomi.
"Di saat Jerman semakin membuka berbagai jalur bagi mahasiswa internasional dan tenaga profesional terampil, Indonesia memainkan peran penting sebagai negara mitra. Inisiatif seperti Goethe Laune membantu membuat peluang-peluang ini lebih terlihat dan mudah diakses, sekaligus memperkuat saling pengertian dan pertukaran antara masyarakat kedua negara," Katanya.
Direktur Goethe-Institut Indonesien Constanze Michel, menyampaikan, dengan menghadirkan berbagai institusi penting dari Jerman dalam satu acara, Goethe Laune bertujuan untuk memberikan panduan praktis sekaligus wawasan langsung bagi siapa pun yang tertarik untuk studi atau bekerja di Jerman.
"Di saat yang sama, acara ini juga menyoroti dimensi budaya dari kerja sama ini menunjukkan bagaimana bahasa,
pendidikan, dan seni menghubungkan kedua negara secara bermakna dan menginspirasi," kata Constanze Michel.
Melalui “Goethe Laune”, Goethe-Institut Bandung berharap dapat menjadi jembatan informasi dan inspirasi bagi masyarakat yang ingin menjajaki peluang internasional, sekaligus mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jerman.