Uji Coba Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo Palembang Sedot Antusiasme Warga
Yandi Triansyah April 11, 2026 09:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang resmi memulai uji coba Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Kolonel Atmo pada Sabtu (11/4/2026) malam. 

Kawasan yang biasanya padat kendaraan tersebut disulap menjadi ruang publik yang memadukan atraksi seni budaya, hiburan, dan wisata kuliner.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, menyatakan bahwa uji coba ini merupakan tahap awal sebelum peluncuran resmi (launching) yang dijadwalkan pada pekan depan.

"Malam ini kita mulai uji coba CFN di Atmo. Kita ingin memastikan alur penutupan jalan dan teknis di lapangan berjalan lancar sebelum peresmian resmi minggu depan," ujar Isnaini.

Ia menjelaskan, persiapan CFN dimulai sejak pukul 17.30 WIB, sementara penutupan jalan dilakukan pukul 18.00 WIB.

Adapun ruas jalan yang ditutup yakni sepanjang Jalan Kolonel Atmo, mulai dari Simpang Jalan KS Tubun hingga Simpang Lampu Merah Bank Mandiri menuju Linda Kosmetik. 

Meski dilakukan penutupan, masyarakat tetap dapat menggunakan jalur alternatif di sekitar lokasi.

Pemerintah juga mengimbau warga untuk memaklumi adanya gangguan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

“Uji coba ini penting karena ada penutupan jalan, sama seperti Car Free Day. Kita ingin memastikan semuanya berjalan lancar sebelum launching resmi minggu depan,” tambahnya.

CFN di Kolonel Atmo berlangsung  hingga pukul 23.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan konsep wisata malam dengan berbagai atraksi, seni budaya, zona kuliner, hingga pelayanan publik gratis dari pemerintah kota.

Isnaini menjelaskan, CFN memiliki konsep berbeda dengan Car Free Day (CFD). Jika CFN berfokus pada wisata malam dan hiburan, maka CFD lebih mengedepankan aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Pada CFD, ruas Jalan Sudirman dari kawasan Cinde hingga Jembatan Ampera dan Flyover Jakabaring akan disterilkan dari kendaraan. 

Area tersebut disiapkan sebagai ruang publik untuk olahraga seperti jalan santai, lari, senam, hingga sepatu roda.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan zona khusus bagi pedagang kuliner agar tetap tertib.

Pedagang hanya diperbolehkan berjualan di titik yang telah ditentukan, seperti di kawasan sekitar Bundaran Masjid Agung hingga Jalan Masjida dan lain-lain. 

Sementara itu, area pedestrian tetap harus steril dari aktivitas jual beli.

“CFD ini bukan hanya olahraga, tapi juga wisata dan hiburan. Kita ingin masyarakat menikmati suasana kota tanpa kendaraan, sekaligus menarik wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara,” jelasnya.

Untuk CFN sendiri, sebanyak 14 titik lampu jalan di sepanjang Kolonel Atmo akan dimanfaatkan sebagai lokasi atraksi seni dan budaya. 

Konsep ini merupakan pengembangan dari CFN sebelumnya yang pernah digelar di Pedestrian Sudirman pada 2017–2020.

Pemindahan lokasi ke Kolonel Atmo dilakukan untuk menghidupkan kawasan tersebut yang selama ini cenderung sepi pada malam hari, khususnya saat akhir pekan.

Pemerintah Kota Palembang berharap kehadiran CFN dan CFD dapat menjadi destinasi wisata unggulan baru. 

Saat ini, Palembang memiliki 77 destinasi wisata, dan dengan tambahan dua program ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

“Dengan adanya CFN dan CFD, kita berharap sektor ekonomi seperti restoran, hotel, dan pelaku usaha lainnya ikut terdongkrak,” kata Isnaini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.