395 Orang Maluku hingga Mancanegara Menapaki Manusela per 2011 Hingga 2026
Mesya Marasabessy April 11, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

MALUKU TENGAH, TRIBUNAMBON.COM -  Negeri Manusela di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, mungkin bukan tempat yang mudah dijangkau. 

Namun justru dari keterbatasan itulah, ratusan orang tetap memilih datang dengan tujuan yang beragam, dari penelitian hingga sekedar menapaki perjalanan panjang. 

Dari data Pemerintah Negeri Manusela yang tertulis rapih dengan tinta pena dalam buku tamu, sejak 2011 hingga awal April 2026 sebanyak 395 pengunjung telah tiba di wilayah yang berada di tengah pegunungan Pulau Seram itu. 

Mereka berasal dari berbagai daerah di Maluku, luar provinsi, hingga mancanegara seperti Jerman, Prancis, Rumania, dan sejumlah negara di Asia. 

Jumlah itu mungkin tidak besar, namun setiap kunjungan menyimpan cerita perjalanan yang tak sederhana. 

Perjalanan menuju Manusela masih sama seperti satu dekade lalu, tidak ada jalan raya, tidak ada kendaraan. 

Hanya langkah kaki dan tekad tuk menuju Negeri Manusela. 

Dari jalur selatan melalui Negeri Hatumete atau jalur utara via Negeri Kaloa, para pengunjung harus menempuh perjalanan 2 hingga 3 hari. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung harus melewati medan terjal, mendaki, menuruni lembah, serta melintasi hutan lebat dengan tingkat risiko yang tidak kecil. 

Namun bagi sebagian orang, justru di situlah nilai perjalanan itu berada. 

Baca juga: Hilirisasi Sagu Jadi Andalan SBT, Bupati Fachri: Ini Bukan Ide Dadakan

Baca juga: 700 Meter dari Mapolda Maluku, Bisnis BBM Ilegal di Kapaha Berjalan Setahun

Di kejauhan dari Manusela, Puncak Gunung Binaya dan Gunung Murkele berdiri kokoh, seolah menjaga negeri adat ini dari hiruk-pikuk dunia luar. 

Manusela bisa dibilang sebagai “Permata tersembunyi di Indonesia Timur, Maluku”.

Dari ratusan pengunjung, tidak semua datang dengan tujuan yang sama. 

Sebagian diantaranya merupakan peneliti yang tertarik pada kekayaan flora dan fauna di kawasan Manusela yang masih alami. 

Hutan di wilayah itu dinilai masih menyimpan keanekaragaman hayati yang relatif terjaga, sehingga menjadi lokasi penting untuk riset. 

Di sisi lain, ada pula pengunjung yang datang tanpa agenda penelitian. 

Mereka hanya ingin merasakan perjalanan panjang, menikmati suasana hutan, serta melihat langsung kehidupan masyarakat di perkampungan pegunungan yang jauh dari akses transportasi hingga terbatasnya jaringan seluler. 

Pengunjung setiap tiba di Manusela, suasana yang ditemui jauh dari kebisingan.

Setiap Pagi hari hingga sekitar pukul 08.00 WIT, kampung masih diselimuti kabut tebal. Udara segar dan lingkungan yang alami menjadi keseharian warga. 

Masyarakat setempat hidup dari hasil alam, seperti sagu, buah-buahan, wortel, kentang, bawang, kacang, yang ditanam tanpa pupuk kimia. 

Hasil alam itu hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena akses jalan kaki  puluhan kilo dengan medan terjal membuat distribusi ke luar wilayah terbatas. 

Yohsua Lilihata, yang sejak dulu menjadi bagian dari staf pemerintah negeri, masih mengingat betul bagaimana mereka menyambut setiap tamu yang datang. 

“Dari dulu sampai sekarang, siapa yang datang tetap menjadi tanggung jawab negeri. Itu adat kami,” ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com pada kediamannya di Manusela. 

Hal yang menarik, selama lebih dari 15 tahun kunjungan, tidak pernah tercatat musibah serius yang menimpa pengunjung. 

Warga percaya, alam dan leluhur Gunung Tanah masih menjaga Manusela. 

Ke depan, masyarakat lokal berharap setiap orang yang ingin datang dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah negeri atau warga setempat. 

Selain untuk keselamatan, hal itu juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap kehidupan masyarakat di sana. 

Di Manusela, perjalanan bukan sekedar tujuan sampai. 

Tentu bagi 395 orang yang pernah menapakinya, setiap langkah adalah pengalaman, entah untuk ilmu pengetahuan, atau sekedar untuk merasakan sunyi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.