Kekayaan Ahmad Sahroni yang Nyaris Diperas Rp 300 Juta oleh Pegawai KPK Gadungan, Ini Kronologinya
Putra Dewangga Candra Seta April 12, 2026 01:49 AM

 

SURYA.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap dugaan pemerasan yang menimpa dirinya.

Ia menyebut pelaku mengaku sebagai pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi, tepatnya Kepala Biro Penindakan.

“Benar, saya diperas seseorang yang mengaku Kabiro Penindakan KPK. Yang meminta uang Rp 300 juta mengatasnamakan Pimpinan KPK,” ujar Sahroni, saat dihubungi, Jumat (10/4/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Peristiwa bermula ketika seorang perempuan datang ke DPR dan meminta bertemu langsung dengan Sahroni.

Dalam pertemuan tersebut, perempuan itu mengklaim sebagai utusan pimpinan KPK dan meminta sejumlah uang.

“Jadi, kronologisnya, ada seorang ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya. Kemudian, saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp 300 juta untuk dukungan pimpinan KPK,” ungkap Sahroni.

Sahroni Cek ke KPK, Ternyata Tidak Ada Utusan Resmi

GAJI - (kiri) Ahmad Sahroni saat ditemui awak media, beberapa waktu lalu. (kanan) Foto Ahmad Sahroni di laman Nasdem
GAJI - (kiri) Ahmad Sahroni saat ditemui awak media, beberapa waktu lalu. (kanan) Foto Ahmad Sahroni di laman Nasdem (istimewa)

Merasa janggal, Sahroni langsung melakukan konfirmasi ke KPK untuk memastikan kebenaran klaim tersebut.

Hasilnya, lembaga antirasuah itu membantah adanya utusan yang dimaksud.

“Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut,” ungkap Sahroni.

Setelah memastikan tidak ada keterkaitan resmi, ia kemudian berkoordinasi dengan KPK dan kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Koordinasi dengan Polisi hingga Operasi Penangkapan

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Sahroni bahkan ikut bekerja sama dalam upaya penangkapan pelaku dengan menyerahkan uang sesuai permintaan sebagai bagian dari operasi.

“KPK kemudian melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan setelahnya saya melapor terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saya kemudian bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini dengan memberikan uang tersebut di rumahnya,” ungkap Sahroni.

Namun, ia tidak merinci ancaman yang disampaikan pelaku saat meminta uang tersebut.

Baca juga: Berapa Gaji Ahmad Sahroni? Dipastikan Tak Akan Diambil Usai Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

Laporan Resmi dan Keterangan Kepolisian

Pihak kepolisian membenarkan laporan tersebut telah diterima.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyampaikan laporan masuk pada Kamis malam.

“Benar. Polda Metro Jaya juga baru menerima kemarin malam 9 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB dari salah satu anggota DPR RI berinisial AS,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).

Dalam laporan itu, korban mengaku dimintai uang Rp 300 juta oleh pelaku yang mengatasnamakan lembaga publik dan mengklaim bisa mengurus suatu perkara.

“Penyerahan uang yang diminta kepada korban sebanyak Rp 300 juta, sehingga dilaporkan oleh yang bersangkutan sebagai korban kepada Polda Metro Jaya,” kata dia.

Budi juga menyebut adanya informasi dari KPK terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap pimpinan lembaga tersebut. Saat ini, penyidik masih mendalami kasus dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Beri waktu kepada teman-teman penyidik untuk mendalami,” ujar Budi.

Empat Pelaku Ditangkap, Amankan Barang Bukti Dolar AS

Tim gabungan KPK dan Polda Metro Jaya sebelumnya telah menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku di wilayah Jakarta Barat pada Kamis malam.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, dalam penangkapan tersebut turut diamankan uang sebesar 17.400 dolar Amerika Serikat sebagai barang bukti.

“Diduga permintaan ini bukan yang pertama kalinya,” ujar Budi.

KPK Tegaskan Larangan dan Modus Penipuan

KPK menegaskan bahwa seluruh pegawainya dilarang keras menjanjikan atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun, termasuk meminta uang kepada pihak tertentu.

“KPK tidak pernah menunjuk organisasi atau lembaga mana pun sebagai ‘perpanjangan tangan’, mitra, konsultan, pengacara, maupun perwakilan dari KPK. KPK juga tidak pernah menerbitkan ataupun bekerja sama dengan media yang memakai nama KPK atau yang mirip dengan KPK,” tutur dia.

Kasus ini menjadi peringatan bagi publik agar waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama lembaga negara, khususnya dalam perkara hukum.

Harta Kekayaan Ahmad Sahroni

Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2024, Sahroni punya harta Rp328.914.784.272.

Berikut rincian harta kekayaan Sahroni:

TANAH dan BANGUNAN Rp.139.589.309.000

  • Tanah dan Bangunan Seluas 103.46 m2/70 m2 di KAB /KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.925.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 138 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 110 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.520.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 148.4 m2/200 m2 di KAB / KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 20.900.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 72 m2/50 m2 di KAB / KOTA  BADUNG, HASIL SENDIRI Rp. 15.950.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 131 m2/131 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/100 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.140.500.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 194 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 131.8 m2/90 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000
  • Tanah Seluas 4.27 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 4.950.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 77 m2/60 m2 di KAB / KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 8.470.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 3.630.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 356 m2/356 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 22.250.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 371 m2/371 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 23.187.500.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/84 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.133.990.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/104 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 647.319.000
  • Tanah seluas 51 m2 di KAB / KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000

ALAT TRANSPORTASI dan MESIN Rp.38.132.000.000

  • MOBIL, TOYOTA FORTUNER 27SRZ Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 485.000.000
  • MOBIL, FERARI 366 Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000
  • MOBIL, BMW 1,8 Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 2.650.000.000
  • MOBIL, PORSCHE 9E3 RS Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 6.600.000.000
  • MOTOR, YAMAHA SPORT Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 840.000.000
  • MOBIL, HONDA CIVIC Tahun 1989, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
  • MOBIL, MERCEDES BENZ E320 Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000
  • MOBIL, TESLA X75D Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 2.800.000.000
  • MOBIL, MERCEDES BENZ 280E Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 35.000.000
  • MOBIL, HONDA ODYSSEY Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp120.000.000
  • MOBIL, HONDA CIVIC LX Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp30.000.000
  • MOBIL, MERCEDES BENZ 420 EAGLE SEL Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
  • MOBIL, TOYOTA CROWN ROYAL 3.0 AT Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000
  • MOBIL, MUSTANG SEDAN Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
  • MOBIL, VOLKSWAGEN VOLKSWAGEN BEETLE Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
  • MOBIL, MERCEDES-BENZ SL 190B Tahun 1957, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
  • MOBIL, MERCEDES-BENZ 560 SEL Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
  • MOBIL, SUZUKI JIMNY Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 325.000.000
  • MOBIL, MUSTANG FASTBACH Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp190.000.000
  • MOBIL, DAEWOO CIELO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000
  • MOBIL, BENTLEY - Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 255.000.000
  • MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp57.000.000
  • MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp55.000.000
  • MOTOR, VESPA KONGO 1963 Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp30.000.000
  • MOTOR, HARLEY DAVIDSON ROAD GLIDE Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 1.660.000.000
  • MOBIL, HONDA ESTILO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp200.000.000
  • MOBIL, PORSCHE 911 SPORT CLASSIC Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 14.000.000.000
  • MOBIL, TESLA CYBER TRUCK Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 107.733.500.000

D. SURAT BERHARGA Rp.60.000.000

E. KAS DAN SETARA Kas Rp.78.357.375.541

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp.363.872.184.541

III. HUTANG Rp. 34.957.400.269

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 328.914.784.272.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.