TRIBUNKALTIM.CO - Gelaran final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 atau Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 dilaksanakan hari ini, Minggu (12/4/2026).
Tak ada satupun yang lolos ke final Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026, setelah dua wakil Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di semifinal.
Pasangan Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia meraih medali perunggu di BAC 2026.
Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia terhenti di semifinal BAC 2026 dalam laga yang bertempat di Ningbo Olympic Sports Center, China, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Live Score Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 Hari Ini, Asa Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia
Fajar/Fikri kalah dari wakil Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju, dengan skor 13-21, 21-14, 16-21.
Sedangkan Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan pasangan China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 10-21, 12-21.
Untuk Fajar/Fikri, mereka mengaku banyak melakukan kesalahan saat melawan Kang/Ki.
Di sisi lain, juara China Open 2025 itu juga memuji Kang/Ki yang tampil solid.
Mereka menjadikan hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya.
"Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan lancar meskipun jauh dari harapan untuk memenangkan pertandingan, tetapi kami sudah berjuang di partai hari ini."
"Tadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu jadi pelajaran dan evaluasi kami ke depannya. Lawan bermain sangat baik terutama defense-nya sangat luar biasa"
"Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," kata Fajar, dikutip dari Djarum Badminton.
Sementara itu, Tiwi/Fadia memuji permainan Liu/Tan yang sangat konsisten dari awal hingga akhir pertandingan.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Tiwi/Fadia menilai performa mereka mengalami peningkatan dari turnamen sebelumnya meski hasilnya hanya sebatas medali perunggu BAC 2026.
"Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk, sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami," kata Tiwi.
"Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal, tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," tambah Fadia.
Berbicara soal Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia, tahun ini menjadi kali perdana bagi mereka di ajang BAC sebagai pasangan.
Namun, keempat pemain tersebut sebelumnya sudah pernah mencatatkan penampilan di BAC. Hanya saja dengan pasangan yang berbeda.
Fajar pernah berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Lalu Fikri bermain dengan Daniel Marthin.
Sementara untuk Tiwi, ia pernah bermain dengan Febriana Dwipuji Kusuma. Kemudian Fadia berpasangan dengan Apriyani Rahayu.
Lebih lanjut, ini menjadi medali perunggu pertama bagi Fikri, Tiwi, dan Fadia di ajang BAC.
Sedangkan untuk Fajar, ini menjadi medali perunggu kedua setelah sebelumnya sudah pernah meraihnya pada edisi 2022 silam berpasangan dengan Rian.
Dengan hanya meraih medali perunggu, maka puasa gelar Indonesia di pentas Asia berlanjut.
Wakil Indonesia terakhir yang juara BAC adalah Jonatan Christie (tunggal putra) pada 2024.
Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia mengulang catatan tahun lalu yang juga hanya bisa meraih medali perunggu.
Saat itu, medali perunggu BAC 2025 diraih Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran)
Setelah kejuaraaan ini ditiadakan pada 2020 dan 2022 lantaran pandemi Covid-19, tradisi gelar juara yang diraih wakil "Merah Putih" sejak 2022 melalui ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, lalu tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting (2023), dan Jonatan Christie (2024), pun terhenti.
Berakhir pula tradisi finalis pada BAC sejak edisi 2018 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2019).
Baca juga: Jadwal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 Hari Ini, Tiwi/Fadia dan Fajar/Fikri Hadapi Lawan Berat
(Tribunnews.com/Isnaini)