Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, "Tuhan Datang Undang Dia Masuk Dalam KerahimanNYA"
Edi Hayong April 12, 2026 11:19 AM

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026 Hari Minggu Paskah kedua: Minggu Kerahiman Ilahi dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD berjudul "Tuhan Datang Undang Dia Masuk Dalam KerahimanNYA"

Renungan Harian Katolik Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: (Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4.13-15.22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31)

"Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku, dan janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yoh. 20:27).

Bukti, fakta dan data  amat berperan sangat kuat di era digital ini, walau tak luput dari ruang rekayasa yang masih mungkin.

Dalam dunia yang penuh dengan aneka trik maniputip, bukti menjadi alat kontrol yang bisa menekan sedikit penipuan yang makin marak & canggih.

Memang anak-anak dunia ini lebih pandai bersekongkol dalam kegelapan ketimbang anak-anak terang. 

Dalam hal iman yang menuntut kepasrahan total, entah baik atau tidak baik kondisinya, Tomas tampil berbeda dengan pikiran kritisnya.

Mungkin ada kisah yang dangkal dan mengganjal maka ia tetap teguh dalam pendirian ketidakpercayaannya.

Maka ia menuntut Tuhan datang menjumpai dia dan mengundangnya masuk ke dalam kerahiman ilahi-Nya (Lambung Kudus Tuhan yang mengalirkan darah dan air untuk menyucikan dosa dunia).

Dalam hal ini Tomas tidak hanya berpendirian tegas, tetapi beriman tulen dan menampilkan kepribadiannya yang asli, apa adanya tanpa pengaruh dari pihak mana pun dalam iman akan kebangkitan Tuhan sebagaimana yang telah Yesus ajarkan sewaktu masih hidup bersama mereka.

Ketika Tuhan yang bangkit datang, Tomas diundang khusus untuk menyentuh kerahiman Tuhan dan masuk ke dalamnya melalui jari-jarinya ke dalam lambung Yesus.

Tuhan undang dia dengan lembut, datanglah mendekat dan "Taruhlah jarimu di sini jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah." (Yoh. 20:27). Ia bertobat, percaya, berserah total dan mengaku dengan mulutnya, "Ya Tuhanku dan Allahku." Ia kini hidup damai, penuh kasih dengan sesamanya. 

Sebagai orang-orang yang telah percaya, umat perdana memberi kesaksian iman yang indah dalam kebersamaan hidup mereka.

Hidup tekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, takut akan Tuhan, rajin hadir dalam perjamuan bersama/Ekaristi, dan selalu berdoa bersama (Kis. 2:46).

Mereka pun hidup dalam semangat cinta kasih yang murni. Ada milik bersama dan saling berbagi. Hidup dalam ikatan mesra kasih Tuhan Yesus, selalu ada damai, sukacita dan kegembiraan sejati.

Ini perbuatan ajaib Tuhan di tengah keberagaman orang-orang percaya. Hidup konflik, saling berantam bukanlah cara hidup orang beriman yang benar. 

Pemazmur memberi tanggapan dalam madahnya, "Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik. Batu-batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi baru penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya." (Mzm. 118:22-24). 

Allah Maha Rahim. Berkat kerahiman-Nya kita telah dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.

Dengan demikian kita hidup penuh harapan untuk menerima harta Surgawi, warisan yang tak dapat binasa, tak tercemar, tak layu. Ruang peluang keselamatan di akhir zaman, Tuhan buka seluas-luasnya untuk dinanti lalu dinikmati dalam rumah keabadian.

Maka perlu disadari sedini mungkin bahwa pencobaan, penyakit bahkan dukacita sekali pun, dari pihak Tuhan merupakan jalan pemurnian iman yang harus disyukuri.

 Bekas-bekas luka tak tertutup adalah tanda kerahiman Tuhan untuk membenamkan rasa pedih, bahkan luka-luka batin yang dalam ke dalam luka-luka dan lambung kudus-Nya yang tetap terbuka. 

Keragu-raguan, ketidakpercayaan, menandakan kekhaosan dan ketakdamaian dalam diri bukanlah hal negatif di mata Tuhan. Iman butuh pendirian yang kokoh, teguh dan tak tergoyahkan.

Saatnya akan tiba, Tuhan beri keteduhan dalam hidup, "Damai bagimu." Tuhan Yesus yang bangkit, tidak menggugat bahkan mengusir kita keluar dari lingkaran kerahiman-Nya, karena bersikap kritis menuntut kebenaran dari Dia.

Bahkan ketika kita berada pada level paling bawah atau dalam ketakpantasan sekali pun, Tuhan selalu punya waktu untuk menjumpai kita.

Hidup baik, rukun, saling berbagi dengan tulus dan penuh kasih merupakan ciri khas orang percaya bahwa Tuhan tidak mati, tetapi hidup dan berbelas kasih kepada siapa pun yang bertobat dan percaya. 

Akhirnya dalam spirit mencari kebenaran iman yang murni, sifat ragu-ragu bukanlah hal buruk bagi Tuhan, tetapi akan menjadi musuh iman jika tidak bertobat dan qmenjadi percaya.

Dengan bimbingan Roh Kudus kita berani menjadi motor Kerahiman Ilahi Allah dan Tuhan Yesus akan bertemu kita dan berkata, "Damai bagimu." Teruslah berbuat kasih, biarlah orang bersaksi bahwa "Tuhan itu hidup."

Selamat Hari Minggu Kerahiman. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Minggu/Paskah II/A/II, 120426).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.