Lindungi Pesisir dari Ancaman Abrasi, 6.000 Bibit Pohon Mangrove Ditanam di Muara Pagatan Tanahbumbu
Irfani Rahman April 12, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan melakukan penanaman 6.600 bibit pohon mangrove di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026). 

Penanaman yang menyasar lahan seluas dua hektare dan dalam rangka Memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu serta  investasi lingkungan dan ekonomi bagi warga pesisir.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang memimpin langsung aksi ini menekankan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM lokal. 

Ia melihat potensi besar dari setiap bagian pohon mangrove jika diolah dengan tangan kreatif masyarakat Tanah Bumbu sendiri.

"Akar hingga buah mangrove ini sangat bermanfaat untuk ekonomi kita. Kulitnya bisa dijadikan pewarna alami pakaian, buahnya bisa diolah menjadi sirup yang segar, bahkan bijinya bisa diolah menjadi kopi yang kini mulai digemari masyarakat," ujar Andi Rudi Latif di sela kegiatan penanaman.

Baca juga: Malam Ini Slank Tampil di Pantai Pagatan Tanahbumbu, Bang Arul Ajak Masyarakat Hadir

Baca juga: Warga Desa Sinar Bulan Satui Tanahbumbu Panik, Ular Piton Ukuran Besar Berada di Rak Sepatu

Andi Rudi Latif menegaskan bahwa komitmen ini merupakan langkah konkret untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang kian nyata.

Selain itu, kawasan mangrove yang sehat akan menjadi rumah yang aman bagi biota laut, sehingga hasil tangkapan nelayan di masa depan bisa tetap terjaga dan melimpah.

Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan RI, Dr. Muhammad Zainal Arifin, yang turut mendampingi Bupati, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme Bumi Bersujud dalam merehabilitasi hutan. 

Menurutnya, jenis bibit Rhizophora dan Avicennia yang ditanam di lokasi ini memiliki keunggulan luar biasa dalam menjaga keseimbangan iklim global.

"Ekosistem mangrove memiliki kemampuan penyerapan karbon lima kali lebih besar dan penyimpanan karbon hingga 20 kali lipat dibandingkan dengan ekosistem yang ada di daratan," jelas Zainal Arifin memberikan gambaran besarnya manfaat ekologis mangrove.

Langkah rehabilitasi ini menjadi angin segar bagi kelestarian lingkungan di Tanah Bumbu yang saat ini telah memiliki ekosistem mangrove eksisting seluas 5.200 hektare. 

Pemerintah melihat masih ada potensi pemulihan habitat hingga 5.900 hektare yang bisa terus dimaksimalkan demi mendukung target nasional Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca.

Aksi hijau di Muara Pagatan ini juga melibatkan sinergi kuat antara jajaran TNI, Polri, pihak swasta, hingga kelompok tani rehabilitasi mangrove. 

Dengan adanya manfaat ekonomi dari sirup dan kopi mangrove, masyarakat diharapkan semakin semangat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan benteng hijau di pesisir Tanah Bumbu.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.