BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral di media sosial, curhatan seorang warga Kota Rantau Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Dia merasa resah oleh keberadaan anak punk yang tiap hari makin bertambah jumlahnya di kota tersebut.
Pasalnya sebagai pemilik usaha rumah makan, dia kerap didatangi anak punk yang menumpang ngamen.
Baca juga: Bikin Resah Warga Kandangan HSS, Dua Anak Punk Digelandang Petugas Satpol PP
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @saraba.tapin, Minggu (12/4/2026), para anak punk itu disebut belakangan mulai mengganggu para tamu.
Pasalnya saat sedang mengamen, dia menuturkan para anak punk tersebut kerap mendekatkan diri kepada para pelanggan agar segera diberi uang.
Tak hanya sekali, aksi tersebut dilakukan secara berulang hingga membuatnya geram.
Suara mereka pun dinilai mengganggu lantaran terlalu keras dan bising.
“anak punk d Rantau ini makin lama makin banyak dan makin BRUTAL!
jdi rupa rupanya kda cukup masih anak punk ini ngamen dengan "sengaja" membuat orang merasa
terganggu dengan cara inya beparak bnr ke higa orang supaya kita ini terpaksa membari supaya inya lakas bejauh
dan klo merasa merasa biasanya kita kda hanya d paraki 1 orang tapi yg memaraki langsung segerombolan yg kd tahu pebila terakhir buhannya ni mandi dripda muhanya diriku lebih ingat baunya,” jelasnya.
Dia pun menuturkan para anak punk itu bahkan nekat mengikuti para pelanggan yang hendak beranjak pergi demi mendapatkan uang.
Puncaknya pemilik kedai merasa marah saat para anak punk tersebut nekat memakan sisa pesanan para tamu yang hendak pulang tanpa meminta izin terlebih dahulu.
“Sore Ini keterlaluan jdi ada 2 pelangganku lagi makan melihat dri jauh, pas inya sdah bediri hdk bayar habis itu menyusul ke kasir meiringi 2 suaranya nyaring ber mengganggu orang hdk bayar atau pesan pas di kasir ada 1 yg paling lamak awaknya mendatangi meja bekas duduk 2 pelanggan ini tadi dan d angkatnya satu satu wadah bekas minuman & mangkok bekas mie mencari sisa yang kawa di makannya ada 1 mangkok yg mungkin masih besisa diambilnya dibawanya ke meja lain dan di makannya langsung dan 2 pelanggan ini tadi sadar klo itu mie nya,, orang nya loh masih bayar bisa aja kan pas d kasir bpdh hdk minta bungkuskan mieny karna kda habis,” imbuhnya lagi.
Terkait sikap anak punk yang mulai meresahkan itu akhirnya tak sedikit warga Rantau yang berharap mereka segera ditertibkan.
Apalagi semakin hari jumlahnya kian bertambah dan menyebar di Kota Rantau.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)