Kisah Anin, Siswa Terbaik Pati Lolos Kedokteran Undip Raih Skor Tertinggi SNBP 2026
Darwin Sijabat April 12, 2026 12:04 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi Trishanindya Putri, bau khas antiseptik dan pemandangan pasien yang mengantre di ruang praktik orang tuanya adalah bagian dari masa kecil yang membentuk mimpinya. 

Siswi SMAN 1 Pati yang akrab disapa Anin ini baru saja mengukir prestasi gemilang dengan lolos ke jurusan ilmu kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).

Dia masuk Undip melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Lahir di tengah keluarga dokter, Anin tidak sekadar mewarisi tradisi profesi.

Namun ia menemukan panggilan jiwanya lewat pengamatan mendalam terhadap dedikasi ayah dan ibunya.

Kepedulian di Balik Jas Putih

Perjalanan Anin menuju bangku kuliah kedokteran bukanlah sebuah kebetulan. 

Sejak kecil, hatinya sudah terikat pada cara orang tuanya menyentuh hidup orang lain melalui kesembuhan.

“Sejak kecil aku sering lihat ayah dan ibu bantu orang sakit. Dari situ aku belajar bahwa jadi dokter bukan cuma soal ilmu, tapi juga soal kepedulian,” ujar Anin dengan nada penuh tekad, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: UNJA Sambut Hasil SNBP 2026, Ribuan Calon Mahasiswa Baru Lulus Seleksi Nasional

Baca juga: Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Hanya Bisa Minta Maaf Usai Kantongi Rp2,7 M

Nilai-nilai empati itulah yang ia bawa ke dalam ruang kelas. 

Anin bukan sekadar siswa yang cerdas, ia adalah pejuang konsistensi. 

Hal ini dibuktikannya dengan meraih skor tertinggi se-Kabupaten Pati, yakni 95,2. 

Sebuah angka yang menjadi saksi bisu atas manajemen waktu dan disiplin tinggi yang ia terapkan sejak menginjakkan kaki di kelas X SMA.

Prestasi sebagai Bekal Pengabdian

Dukungan orang tua Anin hadir dalam bentuk kebebasan yang bertanggung jawab. 

Tanpa paksaan, mereka membiarkan Anin memilih jalannya sendiri, sembari memberikan pondasi disiplin yang kuat.

“Mereka enggak pernah memaksa, tapi selalu mendukung. Itu yang bikin aku termotivasi untuk membuktikan diri,” katanya.

Pembuktian itu terwujud melalui rentetan prestasi di bidang Biologi yang membanggakan, mulai dari Juara 1 National Youth Biology Olympiad 2025 hingga menjadi finalis di berbagai kompetisi sains bergengsi. 
Baginya, deretan trofi tersebut hanyalah langkah awal dari sebuah maraton panjang menuju pengabdian nyata.

Kini, di ambang masa perkuliahannya, Anin membawa harapan besar untuk masa depannya sebagai seorang dokter. 

Ia ingin jas putih yang kelak ia kenakan benar-benar menjadi jembatan kebaikan bagi sesama.

“Harapanku, ilmu yang aku pelajari nanti bisa benar-benar bermanfaat, bukan cuma berhenti di teori,” pungkasnya.

Baca juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, KLH Ingatkan Lonjakan Drastis Karhutla

Baca juga: Tinjau Lokasi Kebakaran di Mendalo Indah, Jun Mahir Serahkan Bantuan

Baca juga: ASN Jambi Bolos WFH Tiap Jumat Terancam Potong TPP Hingga 100 Persen

Baca juga: Istri Pelangsir BBM di Bungo Ancam Polisi Pakai Senapan Angin, Skandal Rp276 M Terbongkar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.