TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kenaikan signifikan pada angka perdagangan luar negeri di awal tahun ini.
Nilai ekspor Sumatera Barat pada periode Januari–Februari 2026 menembus angka US$607,95 juta.
Ekspor Sumatera Barat juga menunjukkan peningkatan pada Februari 2026. BPS Sumatera Barat melaporkan nilai ekspor Sumatera Barat pada bulan tersebut sebesar US$295,32 juta atau naik 8,54 persen dibanding Februari tahun lalu.
Ekspor Sumatera Barat didorong oleh peningkatan sejumlah komoditas utama. BPS Sumbar mencatat golongan berbagai produk kimia (HS 38) mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 135,98 persen atau US$16,92 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekspor. Nilainya mencapai US$532,35 juta atau naik 53,41 persen.
Baca juga: Rendy Oscario Siap Kawal Semen Padang FC Hadapi Persis Solo di Laga Krusial, Misi Keluar Degradasi
Produk turunan kelapa sawit seperti crude palm oil (CPO) dan refined palm oil menjadi komoditas utama dalam kelompok ini.
"Komoditas dengan peningkatan terbesar adalah berbagai produk kimia (HS 38), sementara lemak dan minyak hewan atau nabati tetap mendominasi ekspor.”tulis keterangan BPS Sumbar dikutip pada Minggu (12/4/2026).
Selain produk kimia dan minyak nabati, komoditas lain yang turut mengalami peningkatan antara lain karet dan barang dari karet sebesar US$16,89 juta serta ampas atau sisa industri makanan sebesar US$7,56 juta.
Namun, tidak semua komoditas mencatat pertumbuhan. BPS Sumbar melaporkan penurunan terjadi pada bahan-bahan nabati yang turun 47,42 persen atau sebesar US$10,18 juta.
Penurunan juga terjadi pada komoditas garam, belerang, dan kapur, serta kopi, teh, dan rempah-rempah.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sumbar 12 April 2026, Hujan Lebat Ancam Mentawai
Selama Januari–Februari 2026, sepuluh komoditas utama menyumbang 99,83 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat.
Kelompok ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 42,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pasar, ekspor Sumatera Barat didominasi oleh negara-negara di Asia. India menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$178,61 juta atau 29,38 persen dari total ekspor.
BPS Sumbar menyatakan India merupakan negara tujuan ekspor terbesar, dengan komoditas utama berupa crude palm oil.
Selain India, Pakistan dan Tiongkok juga menjadi pasar utama. Ekspor ke Pakistan tercatat sebesar US$121,84 juta, sedangkan ke Tiongkok sebesar US$80,90 juta.
Baca juga: Persis Solo vs Semen Padang FC, Kabau Sirah Waspada Ekstra Meski Tuan Rumah Tanpa Suporter
Ketiga negara ini menyumbang 62,73 persen dari total ekspor Sumatera Barat.
Dari sisi sektor, ekspor industri pengolahan mencatat kenaikan signifikan sebesar 48,75 persen. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati.
Sementara itu, sektor pertambangan mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor komoditas seperti garam, belerang, dan kapur.
Di sisi lain, sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 40,67 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor bahan-bahan nabati dalam periode tersebut.
Untuk Februari 2026, ekspor industri pengolahan tercatat naik 11,78 persen dibanding Februari 2025. Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan dan pertanian mengalami penurunan pada bulan tersebut.
Baca juga: Waspada Lahar Dingin dan ISPA, Gunung Marapi Erupsi Semburkan Abu Kelabu Setinggi 500 Meter
BPS Sumbar juga mencatat sebagian besar aktivitas ekspor dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Sumatera Barat. Nilainya mencapai US$575,26 juta atau naik 45,73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, nilai impor Sumatera Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar US$82,24 juta.
Ekspor Sumatera Barat menunjukkan peningkatan pada awal 2026 dengan dorongan utama dari produk kimia dan minyak kelapa sawit, serta dukungan pasar ekspor utama seperti India.(*)