Kasus Pernikahan Sejenis di Malang, Kedua Mempelai Ungkap Fakta Berbeda Soal Nikah Siri
mahyuddin April 12, 2026 03:22 PM

TRIBUNPALU.COM - Kasus Pernikahan Sejenis di Malang, Jawa Timur, memasuki babak baru usai Rey angkat bicara soal persoalannya itu.

Rey merupakan wanita yang berperan sebagai 'suami' dalam laporan Intan Anggraeni ke polisi.

Wanita yang akrab disapa Yupi Rere itu pun memberikan klarifikasi atas pernyataan Intan.

Rey mengaku kecewa setelah dirinya dilaporkan ke polisi.

Ia menilai, narasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Baca juga: Nasib Fatimah Dibuang 4 Anaknya ke Panti Jompo di Malang, Rela Tak Dikabari Jika Meninggal

Menurut Rey, hubungan keduanya tidak diawali dengan kebohongan. 

Ia menyebut Intan yang juga dikenal dengan nama Vela itu telah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan.

Termasuk saat keduanya bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.

"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," ujarnya.

Rey mengungkapkan, hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. 

Ia berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik.

"Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa," ungkapnya.

Namun, rencana pernikahan yang terjadi belakangan disebut Rey bukan sepenuhnya keinginannya. 

Ia bahkan sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan.

"Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif," ungkapnya.

Rey mau membatalkan pernikahan tersebut untuk operasi kelamin terlebih dahulu.

Akan tetapi menurut Rey, pihak keluarga Intan tetap bersikukuh agar pernikahan tetap dilaksanakan pada Jumat (3/4/2026).

Rey pun sempat bingung dan akhirnya menjalani pernikahan siri itu di rumah Intan.

Rey juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut. 

Baca juga: Mahasiswa UIN Datokarama Palu Soroti Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika di Kalangan Anak Muda

Ia mengaku selama menjalin hubungan, dirinya kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang.

"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,"

"Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta," jelasnya.

Ia bahkan sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi. 

Dari situ, menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.

Versi Intan

Sebelumnya, Intan mengaku menjadi korban dugaan Penipuan setelah menikah siri dengan pasangannya yang dikenal sebagai Rey.

“Kami sudah menerima laporan pengaduan terkait kasus ini,” ujar Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, Kamis (9/4/2026).

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian setelah Intan melaporkan pasangannya yang diduga menggunakan identitas palsu dalam pernikahan tersebut.

Intan mengaku pernikahan siri dilangsungkan pada Jumat (3/4/2026) atas permintaan Rey, dengan janji akan menikah secara resmi dan menggelar resepsi di hotel berbintang di Kota Malang.

“Rencananya akan nikah resmi dan resepsi di Hotel Mercure. Saya juga dijanjikan akan dibelikan mobil Lamborghini dan rumah,” kata Intan.

Ia juga dijanjikan pernikahan mewah dengan menghadirkan penata rias ternama serta bintang tamu seperti NDX AKA dan Judika, serta menggunakan busana rancangan Ivan Gunawan.

Namun, Intan mengaku tidak dilibatkan dalam persiapan pernikahan yang disebut ditangani oleh event organizer (EO).

Baca juga: Tanpa Paksaan, Ini Alasan Gadis 18 Tahun di Luwu Mantap Nikahi Kakek 71 Tahun

Alih-alih menggelar resepsi mewah, ia justru diminta meminjam uang Rp 1.500.000 dari tetangganya untuk pelaksanaan pernikahan siri.

“Saya disuruh pinjam uang ke tetangga, ya saya pinjam. Terus maharnya juga pakai uang itu Rp 100.000,” ujarnya.

Setelah pernikahan berlangsung, Intan mengaku baru mengetahui bahwa pasangannya merupakan seorang perempuan.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Lukman mengatakan laporan tersebut diterima pada Rabu (8/4/2026) sore dan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.