Sebut Trump Alami Penurunan Kognitif, Demokrat Desak Tes Mental dan Pemakzulan
Rustam Aji April 12, 2026 12:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC – Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, mendesak Presiden Donald Trump untuk segera menjalani tes kognitif menyeluruh menyusul rangkaian pernyataan publik yang dinilai tidak koheren dan temperamental.

Desakan ini muncul di tengah meningkatnya dorongan pemakzulan serta usulan penggunaan Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari jabatannya.

Raskin menyoroti perilaku Trump dalam beberapa hari terakhir, termasuk ledakan emosi di media sosial saat Minggu Paskah dan pernyataan kontroversial mengenai perang dengan Iran di hadapan anak-anak pada acara Easter Egg Roll di Gedung Putih.

Trump bahkan sempat melontarkan pernyataan bahwa "seluruh peradaban akan mati" jika Iran menolak syarat kesepakatannya.

"Negara ini telah menyaksikan pernyataan Presiden Trump yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, dan mengancam. Publik harus yakin bahwa presiden memiliki kapasitas mental yang memadai, terutama saat negara sedang dalam situasi perang," tegas Raskin dalam surat resminya, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Belum Ada Titik Temu, Negosiasi Langsung AS-Iran di Islamabad Berlanjut ke Hari Kedua

Dorongan ini tidak hanya datang dari kubu Demokrat, tetapi juga mulai mendapat dukungan dari sejumlah tokoh konservatif.

Meski demikian, penggunaan Amandemen ke-25 dinilai sulit terwujud karena membutuhkan dukungan mayoritas kabinet dan Wakil Presiden JD Vance, yang hingga kini belum menunjukkan indikasi ke arah tersebut.

Gedung Putih Bela Trump

Menanggapi tudingan tersebut, Gedung Putih merilis pernyataan pembelaan yang tajam. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, justru memuji ketajaman mental dan energi Trump yang kini berusia 79 tahun, sembari menyerang balik rekam jejak Demokrat di masa kepemimpinan Joe Biden.

"Ketajaman dan energi Presiden Trump sangat kontras dengan empat tahun terakhir ketika Demokrat menutupi penurunan mental Joe Biden. Beliau berada dalam kesehatan yang sangat baik," ujar Ingle.

Meskipun dokter Gedung Putih menyatakan Trump sehat, laporan medis mencatat sang Presiden didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis dan sering terlihat memiliki memar di tangan.

Di tengah eskalasi konflik dengan Iran, kapasitas mental pemegang komando tertinggi militer AS ini kini menjadi bola panas di Capitol Hill. (fatimah/tri/kps)

Baca juga: Modus Korupsi di Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Peras Kepala OPD Pakai Surat Resign Tanpa Tanggal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.