POS-KUPANG.COM - Sudah resmi berada di musim kemarau 2026, nyatanya sebagian Wilayah NTT masih diguyur hujan ringan hingga hujan petir.
Berdasarkan Prakiraan Cuaca NTT Minggu 12 April 2026, daerah yang diprediksi berpotensi hujan petir hari ini adalah Manggarai Barat.
Sementara itu, Cuaca di Kota Kupang cukup cerah dan cenderung panas.
Dilansir dari laman resmi BMKG, dinamika atmosfer di Nusa Tenggara Timur menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif yang masif di wilayah pegunungan dan pesisir Flores bagian barat.
Baca juga: PREDIKSI Cuaca Maritim NTT Hari ini Sabtu, 11 April 2026: BMKG Sebut Cukup Aman bagi Pelayaran
Hal ini memicu potensi hujan disertai kilat atau petir.
Karena itu, masyarakat di daerah ini para pelaku usaha jasa kelautan dan penerbangan diimbau waspada.
Berikut informasi lengkap Prakiraan Cuaca NTT Minggu 12 April 2026:
Kota Kupang
Kondisi: Cerah
Suhu: 24-33 derajat Celcius
Kelembapan: 51-87 persen
Manggarai Barat
Kondisi: Hujan Petir
Suhu: 20-33 derajat Celcius
Kelembapan: 60-99 %
Baca juga: Prakiraan Cuaca 11-12 April 2026, Hujan Lebat-Sangat Lebat Masih Berpotensi Guyur Wilayah Indonesia
Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem di Kawasan Wisata
Potensi hujan petir di Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo, menuntut kewaspadaan tinggi bagi para operator kapal wisata.
Kelembapan yang menyentuh angka 99 % menunjukkan kejenuhan udara yang sangat tinggi, yang seringkali menjadi tanda akan terjadinya hujan lebat dalam durasi singkat.
Di sisi lain, warga Kota Kupang harus bersiap menghadapi terik matahari dengan suhu mencapai 33 derajat Celcius.
Penggunaan pelindung tabir surya dan pengurangan aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari langsung sangat dianjurkan untuk menghindari dampak buruk cuaca panas.
BMKG Sebut NTT Masuk Dalam Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Hari Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menyebut Provinsi NTT masuk dalam Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat hari ini12 Apriil 2026.
Cuaca NTT berada satu kategori dengan Sejumlah Wilayah Indonesia antara lain; DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Karena itu BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di NTT agar waspada Bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari ondisi cuaca tersebut.
BMKG juga merilis Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca ekstrem mulai dari hujan lebat-sangat lebat hingga angin kencang pada hari ini.
Berdasarkan penjelasan BMKG, dalam dua hari tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprakirakan meluas di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua.
Sejumlah daerah bahkan masuk kategori Siaga, menandakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko menimbulkan dampak signifikan.
Meski demikian, BMKG mengatakan tidak ada wilayah yang berada pada status Awas (hujan sangat lebat hingga ekstrem) dalam periode ini.
Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari ini Minggu 12 April 2026
Memasuki Minggu (12/4/2026), potensi hujan masih terjadi secara luas. Wilayah Waspada (hujan sedang hingga lebat) mencakup:
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta
Nusa Tenggara Timur
Seluruh wilayah Kalimantan
Sebagian besar Sulawesi, Maluku, serta Papua
Sementara wilayah dengan status Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) bergeser dan terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni:
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Kondisi ini menunjukkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di kawasan tersebut.
BMKG kembali mengingatkan adanya potensi angin kencang di Jawa Barat, Papua, dan Papua Barat.
BMKG mengingatkan, meskipun sebagian besar wilayah berada pada level Waspada, namun masyarakat tetpa waspada terhadap dampak dari kondisi cuaca tersebut.
Berikut Dampak Hujan Sedang-Sangat Lebat
Pada level Waspada, hujan dapat memicu genangan, luapan air sungai, hingga longsor ringan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara pada level Siaga, risiko meningkat menjadi banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat berdampak signifikan terhadap layanan publik serta infrastruktur.
Tidak adanya wilayah berstatus Awas menunjukkan potensi bencana ekstrem belum terdeteksi, namun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca yang dinamis.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang masuk kategori Siaga.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk lebih waspada, serta menghindari aktivitas di area berisiko saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh data yang akurat dan terkini.
Dengan kondisi atmosfer yang masih aktif, potensi hujan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi. (*)