Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penantian panjang selama 15 tahun akhirnya berbuah manis bagi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.
Setelah mendaftar sejak 2011, ia bersama sang istri dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 2026 ini.
Momen menjelang keberangkatan itu pun diisi dengan penuh rasa syukur. Dedy Wahyudi menggelar walimatul safar atau doa bersama di kediaman pribadinya, Sabtu (11/4/2026), yang dihadiri berbagai tokoh penting di Bengkulu.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Sejumlah pejabat, tokoh agama, hingga unsur Forkopimda hadir memberikan doa dan dukungan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa keberangkatannya ke Tanah Suci bukan karena posisinya sebagai wali kota.
Proses yang dilaluinya sama seperti masyarakat pada umumnya, yakni melalui antrean panjang sejak mendaftar pada 2011.
Baca juga: Bank Indonesia Soroti Risiko Ketergantungan Ekspor Batu Bara Bengkulu
“Banyak yang bertanya, apakah berangkat karena jabatan. Saya sampaikan, ini murni karena sudah mendaftar sejak lama. Alhamdulillah, tahun ini mendapat giliran,” ujarnya ke TribunBengkulu.com.
Ia pun mengaku bersyukur karena akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu lebih dari satu dekade.
Dedy Wahyudi dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 26 April 2026 bersama jamaah lainnya. Tak hanya sebagai peserta, ia juga akan turut mendampingi jamaah haji asal Kota Bengkulu.
Menurutnya, sebagian besar jamaah yang berangkat tahun ini berasal dari Kota Bengkulu. Ia pun menyatakan komitmennya untuk membantu dan memastikan kelancaran ibadah para jamaah.
“Insya Allah kami juga ingin memberikan dukungan bagi jamaah, agar bisa beribadah dengan nyaman,” tukasnya.
Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan. Harapan pun mengalir, agar perjalanan ibadah yang telah dinanti selama 15 tahun ini berjalan lancar dan penuh berkah.