Panas! Jurnalis Senior Belanda Sebut Kiper 42 Tahun Ajax Lebih Baik dari Maarten Paes, Publik Eredivisie Tak Setuju!
Eko Isdiyanto April 12, 2026 03:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dihina jurnalis Belanda, Valentijn Driessen, kiper berusia 42 tahun disebut lebih baik dari dirinya.

SUPERBALL.ID - Perdebatan mengenai kualitas penjaga gawang Timnas Indonesia kembali memanas di Belanda, kiper berkepala empat diklaim lebih bagus dari Maarten Paes.

Baru-baru ini, jurnalis senior De Telegraaf, Valentijn Driessen, melontarkan pernyataan kontroversial yang menyeret nama kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.

Ia secara terbuka membandingkan kiper veteran eks Ajax Amsterdam yang dijual ke Heracles Almelo, Remko Pasveer, dengan bintang baru, Maarten Paes.

Perbandingan itu dilontarkan Driessen menjelang digelarnya laga Ajax Amsterdam melawan Heracles Almelo pada Minggu (12/4/2026). 

​Driessen secara blak-blakan menilai bahwa Pasveer, yang kini telah menginjak usia 42 tahun, masih memiliki atribut yang lebih baik ketimbang Paes. 

​Dalam sebuah diskusi terbuka jelang duel kedua tim, Driessen memberikan pandangan yang memicu reaksi keras dari para pencinta sepak bola. 

Menurutnya, pengalaman dan ketenangan Pasveer di bawah mistar gawang belum bisa ditandingi oleh Paes.

"Saya rasa dia lebih baik daripada Paes ya," kata Driessen di acara Kick-Off Eredivisie di De Telegraaf. 

"Itu cukup jelas bagi saya. Pria ini telah menjaga gawang di level tertinggi dan tampil sangat baik di Ajax.

"Meskipun sekarang usianya sudah empat puluhan," imbuhnya. 

​Driessen menambahkan bahwa faktor usia bukanlah penghalang bagi Pasveer untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Terutama jika dibandingkan dengan Paes yang menurutnya belum mencapai level kematangan yang serupa saat masih berkarier di Belanda.

​Berseberangan dengan pendapat sang jurnalis senior, kolom komentar di berbagai media olahraga Belanda justru dipenuhi oleh pembelaan terhadap Maarten Paes.

Netizen Belanda menilai kritik Driessen terlalu subjektif dan tidak melihat perkembangan signifikan Paes sejak hijrah ke Major League Soccer (MLS), lalu kembali ke Eredivisi. 

​Berikut adalah beberapa komentar netizen Belanda yang memicu diskusi panjang:

​"Driessen selalu hidup di masa lalu," tulis akun @Sjoerd_030.

"Paes telah membuktikan kualitasnya di Amerika dan menjadi pahlawan bagi Indonesia."

"Membandingkannya dengan Pasveer yang sudah di penghujung karier adalah hal yang konyol."

​"Pasveer memang stabil, tapi refleks dan jangkauan Paes saat ini jauh lebih modern," tulis akun @EredivisieLover.

"Ada alasan mengapa Indonesia sangat mengandalkannya."

​"Apakah Driessen lupa bagaimana Paes menepis penalti para bintang dunia di MLS? Dia jauh lebih berkembang sekarang," tulis netizen lainnya.

​Di sisi lain, Maarten Paes memang sedang menjadi sorotan global, terutama setelah debut gemilangnya bersama Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia. 

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Paes menjelma menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus oleh penyerang-penyerang kelas dunia di Asia.

​Sementara itu, Remko Pasveer sendiri tetap menjadi sosok yang dihormati di Belanda karena profesionalismenya yang luar biasa baik saat bersama Ajax maupun kini di Heracles. 

Namun, perbedaan gaya bermain dan jenjang usia membuat perbandingan ini dianggap banyak pihak tidak lagi relevan.

​Diskusi ini membuktikan bahwa meskipun sudah tidak berkarier di Eropa, performa Maarten Paes tetap dipantau secara ketat oleh publik sepak bola Belanda.

Hal itu sekaligus menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang kiper dalam peta sepak bola internasional saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.