Peta Keketatan SNBT 2026, Prodi Favorit Unair & ITS Masih Jadi Rebutan Calon Mahasiswa
Alga W April 12, 2026 02:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan di Surabaya, Universitas Airlangga  (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, memaparkan peta keketatan program studi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Hasilnya menunjukkan pola yang sama: jurusan favorit tetap menjadi yang paling sulit ditembus, sementara sejumlah prodi lain membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa.

Baca juga: Pernah Gagal SNBP, Azizah Siapkan Mental Saat Ikuti SNBT: Harus Eksplor Banyak Tipe Soal

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Solihin, menjelaskan bahwa meskipun beberapa program studi memiliki tingkat persaingan sangat tinggi, masih banyak alternatif prodi dengan keketatan lebih longgar.

"Program studi seperti Kedokteran, Psikologi, Ilmu Komunikasi, hingga Akuntansi tetap menjadi yang paling ketat setiap tahunnya karena jumlah peminat yang sangat besar, sementara daya tampung terbatas. Ini yang membuat persaingan di prodi-prodi tersebut sangat kompetitif," ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peluang tetap terbuka lebar di sejumlah prodi lain.

Pada rumpun Saintek, misalnya, prodi seperti Akuakultur di FIKKIA Banyuwangi memiliki keketatan 33,04 persen, disusul Fisika 22,38 persen, Teknologi Hasil Perikanan 21,13 persen, Akuakultur 20,44 persen, serta Matematika 18,26 persen.

Di rumpun Soshum, alternatif juga tersedia pada Ilmu Sejarah dengan keketatan 16,10 persen, Bahasa dan Sastra Indonesia 12,31 persen, Ekonomi Islam 11,54 persen, Bahasa dan Sastra Inggris 11,00 persen, serta Bahasa dan Sastra Jepang 10,10 persen.

"Program studi dengan tingkat keketatan yang lebih longgar dapat menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan peluang lolos, namun tetap harus mempertimbangkan minat dan kemampuan," tambahnya.

Sementara itu, dari sisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menegaskan bahwa tingginya minat terhadap ITS turut memengaruhi tingkat keketatan SNBT.

"ITS merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak diminati. Sebagai kampus terbaik ke-3 nasional berdasarkan THE World University Rankings, ITS menyediakan 46 program studi dari delapan fakultas yang dibuka," jelasnya.

Ia menyebutkan, ITS juga menambah kuota mahasiswa baru menjadi 7.035 atau meningkat sekitar 3,63 persen dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, peningkatan kuota belum sepenuhnya mengimbangi jumlah peminat.

"Dengan tingginya minat, persaingan tetap ketat di hampir semua program studi," ujarnya.

"Khususnya di bidang teknologi seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Industri," imbuh dia.

Selain aspek penerimaan mahasiswa baru, ITS juga memastikan kesiapan sebagai lokasi pelaksanaan UTBK.

Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso, menyebutkan bahwa kapasitas laboratorium komputer telah ditingkatkan dari 45 menjadi 49 laboratorium.

"Dengan kapasitas tersebut, ITS dapat menampung hingga 1.047 peserta dalam satu sesi."

"Total ada 13 sesi selama tujuh hari pelaksanaan, sehingga kapasitas keseluruhan mencapai 13.611 peserta," ungkapnya.

Ia menambahkan, ITS telah menyiapkan tiga server utama dengan standar nasional serta skenario mitigasi untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar.

Dengan tingginya minat di kedua kampus tersebut, SNBT 2026 diprediksi tetap menjadi ajang seleksi yang sangat kompetitif.

Calon mahasiswa pun dituntut lebih cermat dalam menyusun strategi, tidak hanya berfokus pada prodi favorit, tetapi juga mempertimbangkan peluang berdasarkan data keketatan yang tersedia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.