TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi jalan bertajuk “Langkah Keadilan untuk Andrie” di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Aksi yang berlangsung sekitar dua jam ini dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Pantuan Tribunnews.com, massa berjalan kaki menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi penguntitan hingga tempat terjadinya penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Mereka mulai berjalan dari Kantor YLBH hingga ke jembatan di Jalan Talang yang merupakan lokasi penyiraman.
Di bawah terik matahari, peserta aksi tampak membawa payung untuk melindungi diri dari panas.
Mereka juga membawa poster berisi dukungan dan tuntutan keadilan untuk Andrie.
Sejumlah peserta terlihat membawa bunga.
Inisiator aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus menyebut hingga 30 hari pascakejadian, proses hukum dinilai belum menunjukkan kejelasan.
Mereka menyoroti pelimpahan perkara ke Oditurat Militer II-07 Jakarta oleh Puspom TNI, yang dinilai tidak menjawab tuntutan keadilan korban.
Solidaritas untuk Andrie Yunus menilai serangan tersebut bukan hanya menyasar individu, melainkan juga menjadi bentuk teror terhadap kelompok muda yang aktif menyuarakan demokrasi.
Dalam aksinya, ada tiga tuntutan utama massa yakni:
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kini memasuki tahap hukum di Oditurat Militer Jakarta, dengan empat tersangka dari oknum anggota BAIS TNI sudah dilimpahkan.
Meski begitu, dalang utama di balik serangan ini masih belum terungkap sepenuhnya.
Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) disiram air keras di kawasan Salemba, Jakarta, setelah menerima telepon misterius.
Kejadiannya pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kasusnya diduga melibatkan oknum anggota BAIS TNI. Empat tersangka sudah diproses hukum militer.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengidentifikasi 16 orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya pihak sipil.