Mahasiswa PNP Tewas di Kamar Kost Padang, Dosen Sebut Korban FDA Sedang Proses Garap Tugas Akhir
Rahmadi April 12, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) tewas di kamar kost kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang dalam kondisi mengenaskan.

Korban berinisial FDA (24) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Ia diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kost itu ternyata sedang dalam tahap tugas akhir.

Ungkapan ini disampaikan oleh Dosen Pembimbing Akhir 1, Fitri Adona saat dikonfirmasi TribunPadang.com via telepon whatsapp, Minggu (12/4/2026).

Diketahui sebelumnya, mahasiswa PNP tersebut berinisial FDA (24) ditemukan meninggal dengan kondisi gantung diri di pintu kamar mandi, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026) pagi kemarin.

Fitri Adona mengatakan bahwa korban memang mahasiswa PNP dengan Jurusan Administrasi dan program studi Administrasi Bisnis.

Baca juga: Longsor Padang Laweh Tanah Datar Tutup Sungai, Danau Dadakan Terbentuk, Warga Cemas Galodo Datang

Kata Dosen Pembimbing Akademik 1 korban, FDA tengah menjalani tugas akhir dengan program D3 di kampus PNP.

"Kebetulan saya Pembimbing Akademik 1 korban, saat ini dia sedang proses tugas akhir," ucapnya saat memberikan keterangan.

Tahap yang sudah dilalui korban kata Fitri Adona, yakni sudah mengajukan judul tugas akhir. Dosen Pembimbing Akademik 1 korban mengaku sudah menyetujuinya.

Akan tetapi pasca judul yang diajukan korban diterima oleh Fitri Adona, proposal bab 1 belum kunjung dikirimkan.

"Sudah acc judulnya, tapi bab 1 belum dikirim ke saya," pungkasnya.

Baca juga: Main Tanpa Suporter di Manahan, Persis Solo Bertekad Taklukkan Semen Padang FC Demi Fans

PENEMUAN MAYAT : Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto saat memberikan keterangan di kampus, Sabtu (11/4/2026). Fajri sebut korban ditemukan meninggal di kamar kost merupakan mahasiswanya dengan jurusan Administrasi Niaga.
PENEMUAN MAYAT : Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto saat memberikan keterangan di kampus, Sabtu (11/4/2026). Fajri sebut korban ditemukan meninggal di kamar kost merupakan mahasiswanya dengan jurusan Administrasi Niaga. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Karakter Korban

Fitri Adona selain menjadi Dosen Pembimbing Akademik 1 korban, juga mengajar studi Bahasa Indonesia di kelas.

Selama FDA mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh Fitri Adona, tidak ada kendala apapun.

"Kalau kendala tidak ada, karena mata kuliah saya Bahasa Indonesia, tidak terlalu berat, tapi sering saya FDA ini ke depan untuk menjelaskan," katanya.

Selain itu, karakter dari korban bagi Fitri Adona terkenal pendiam, tidak banyak berkomunikasi dan sedikit tertutup.

Tapi beberapa momen kelas sedang meriah ujar Fitri Adona, korban juga ikut menikmati suasana.

Baca juga: Ekspor Sumatera Barat Melonjak 42 Persen di Awal 2026, Produk Kimia dan CPO Jadi Primadona ke India

"Kalau di kelas suasananya meriah, atau ada sesi tertawa, korban juga merespon. Kalau karakternya baik, pendiam dan tidak banyak berkomunikasi," sebutnya.

Di sisi lain, selama di perkuliahan, Fitri Adona menyebut korban tidak pernah mengulang mata pelajaran.

Bahkan laporan dari dosen lain, korban tidak pernah bermasalah dalam mata kuliah apapun.

"Setahu saya tidak ada, karena kami juga komunikasi dengan dosen lain, kalau afa mahasiswa bermasalah jadi perbincangan, kalau korban ini tidak," tuturnya.

Terakhir Berkomunikasi

Fitri Adona mengaku terakhir berkomunikasi dengan mahasiswanya tersebut pada tanggal 27 Maret 2026 lalu.

Komunikasi terakhirnya dengan korban melalui pesan Whatsapp. Ketika itu Fitri Adona mengajak FDA (24) ikut serta dalam penelitiannya.

Baca juga: Rendy Oscario Siap Kawal Semen Padang FC Hadapi Persis Solo di Laga Krusial, Misi Keluar Degradasi

Namun usai itu, informasi tentang korban tak lagi terdengar. Bahkan kata Fitri Adona, pesan yang dikirimkannya melalui pesan Whatsapp sejak tanggal 27 Maret 2026 tak pernah dilihat dan dibaca korban.

"Terakhir saya komunikasi tanggal 27 Maret lalu, hingga saya menerima informasi kalau korban meninggal kemarin," ujarnya.

Fitri Adona juga sempat mendatangi RS Bhayangkara Padang seusai mendapatkan informasi kalau korban dibawa ke sana.

Ia juga turut berbelasungkawa atas kematian mahasiswanya tersebut.

Baca juga: Rendy Oscario Siap Kawal Semen Padang FC Hadapi Persis Solo di Laga Krusial, Misi Keluar Degradasi

Pihak Kampus Cek Mahasiswanya

Pihak kampus melalui Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto, membenarkan bahwa korban adalah salah satu mahasiswa aktif di kampus tersebut.

"Benar, awalnya kita dapat informasi dari masyarakat lalu menemui pemilik kost, kita cari datanya, ternyata mahasiswa kita. Saya dan pihak kampus turut berbelasungkawa," ucapnya saat ditemui TribunPadang.com di kampus.

Setelah mencari data mahasiswa tersebut, pihak kampus menjelaskan jika korban mahasiswa dengan jurusan Administrasi Niaga program D3.

Saat sekarang, pihak kampus masih menunggu orang tua mahasiswa tersebut, sebab kata Fajri, korban berinisial FDA  (24) sudah seminggu tidak bisa dihubungi.

"Selain itu, kata temannya, dia tidak masuk kuliah selama seminggu," tuturnya.

Akan tetapi selama perkuliahan, korban tidak ada masalah, baik mengulang mata pelajaran dan sebagainya.

Namun Fajri menuturkan, saat di kampus, korban juga tidak pernah bercerita kepada dosen dan sangat jarang berkomunikasi.

"Habis masuk kuliah, langsung pulang, kalau mau keluar kelas, keluar aja, jadi memang agak tertutup anaknya," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa PNP Tewas di Kos: Keluarga Datangi RS Bhayangkara, Suasana Haru Menyayat Hati

Pemilik bangunan, Mesi (25) menyebut bahwa saat dirinya membuka pintu kamar kost korban, kondisinya banyak lalat dan bau menyengat merebak di hidung.

"Saat saya buka pintu, banyak lalat, masih lalat hitam biasa, lalu baunya menyengat," katanya memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (11/4/2026).

Bau menyengat ini kata Mesi, tercium seperti bau ikan asin. Bahkan di luar bangunan kost, bau tersebut masih pekat terasa.

Sementara sebelumnya kata Mesi, korban tidak bisa dihubungi pihak keluarga dan ayahnya merasa khawatir.

Lantas, Mesi langsung melihat kondisi korban di kamar kostnya yang masih dalam kondisi terkunci tersebut.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sumbar 12 April 2026, Hujan Lebat Ancam Mentawai

"Saya ada kunci cadangan, pas dibuka posisi korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung dengan tali tambang warna putih," ucapnya.

Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya, berawal dari ayah korban meminta pemilik bangunan mengecek kondisi anaknya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemilik kost, Mesi saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di TKP penemuan, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026).

Diketahui korban berinisial FDA (24) mahasiswa PNP dengan jurusan Administrasi Niaga. Korban merupakan mahasiswa semester 6 di kampus tersebut.

Mesi menceritakan kronologi kejadian bermula saat ayah korban menghubunginya untuk melihat kondisi sang anak.

Sebab, sang anak tidak bisa dihubungi oleh keluarganya dalam beberapa hari terakhir dan merasa khawatir.

Baca juga: Update Harga Pangan Padang Panjang: Harga Daging Sapi Tembus Rp 148 Ribu per Kg

"Ayah korban ini menghubungi saya lewat telepon, meminta mengecek kondisi anaknya karena tidak bisa dihubungi sekira pukul 08:20 WIB pagi tadi," ucapnya.

Usai pihak keluarga mahasiswa tersebut meminta mengecek kondisi FDA, Mesi langsung bergegas ke kamar kost korban.

Saat itu ujar Mesi, kondisi pintu kamar kost dalam keadaan terkunci. Namun beruntung, ia masih memiliki kunci cadangan dan berhasil membukannya.

Mesi lantas terkejut saat melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya.

"Saat dibuka, kondisinya sudah tergantung, sekujur badannya membesar dan menghitam," ujarnya.

Kata dia, korban tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan menggunakan baju berwarna hitam.

Selain badannya membesar dan menghitam, Mesi juga melihat beberapa carian di lantai, persis di bawah kaki korban.

"Ada juga cairan di lantai, tepat di kakinya, baunya menyengat, saya tidak tahu cairan apa," pungkasnya.

Setelah itu, Mesi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, pihak berwajib datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Saat itu masyarakay juga ramai di lokasi menyaksikan proses evakuasinya. Korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Update Harga Pangan Padang Panjang: Harga Daging Sapi Tembus Rp 148 Ribu per Kg

"Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 10:50 WIB tadi, orang tua korban juga dalam perjalanan ke sana," pungkasnya.

Mahasiswa PNP ditemukan meninggal dunia usai diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kostnya, terakhir terlihat sekitar seminggu lalu oleh masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Masyarakat, Rita Nengsih (47) mengatakan bahwa terakhir kali ia bertemu korban sekitar satu minggu yang lalu. 

Ketika itu kata Rita, korban berbelanja minuman di warung miliknya yang berada di samping kost korban.

"Terakhir saya melihat dia seminggu lalu, ia membeli minuman di sini," ucapnya saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Sabtu (11/4/2026).

Namun setelah pertemuan itu, Rita tak pernah lagi melihat keberadaan korban di sekitar kost maupun berbelanja di warungnya.

Baca juga: Mahasiswa PNP Tewas di Kos: Keluarga Datangi RS Bhayangkara, Suasana Haru Menyayat Hati

Biasanya ujar Rita, hampir setiap hari korban selalu datang ke warungnya untuk berbelanja, mulai dari mie instan, minuman dan lain sebagainya.

"Tidak pernah lagi terlihat, seminggu terakhir itulah ketika di kedai ini melihatnya," tuturnya.

Senada, warga lainnya bernama Febi Febrianti menyebut bahwa korban memang jarang terlihat dalam waktu terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Ia juga mengaku terakhir kali melihat korban sekitar satu minggu lalu. Saat itu korban berbelanja gorengan di warung milik Rita.

"Sekitar satu minggu lalu melihat korban, saat itu dia belanja gorengan. Setelahnya tak pernah melihat lagi, barulah tahu ternyata sudah meninggal dunia," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.